Kegiatan tersebut meliputi pelantikan Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Lemkari sembilan kabupaten/kota, pelaksanaan gashuku, serta ujian kenaikan tingkat sabuk (penurunan kyu).
Pada hari pertama, Ketua Pengprov Lemkari Kalsel Ahmad Yani, SKM secara resmi melantik sembilan Ketua Pengcab Lemkari yang akan memimpin pembinaan karate di daerah masing-masing.
Mereka yang dilantik yakni AKBP (Purn) Zaenuri sebagai Ketua Pengcab Lemkari Kota Banjarmasin, H. Muhammad Syahrial (Banjarbaru), Aiptu Zainudin Renngur (Kabupaten Banjar), Dinansyah (Barito Kuala), Arbiyan (Hulu Sungai Utara), Rusmiyati (Hulu Sungai Tengah), Muhammad Assyabirin (Balangan), Zainal Abdi (Tabalong), serta Indra Gunawan (Tanah Laut).
Ketua panitia pelaksana, Syahrani, menjelaskan, Pengprov Lemkari Kalsel terlebih dahulu menggelar gashuku yang diikuti sebanyak 340 karateka.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pembekalan materi sebagai persiapan menghadapi ujian kenaikan tingkat pada hari kedua.
“Gashuku ini menjadi bagian penting untuk menyamakan materi teknik dan pemahaman sebelum para karateka mengikuti ujian kyu,” ujar Syahrani, Senin (19/1/2026).
Pada hari kedua, ujian kenaikan tingkat sabuk diikuti oleh 294 karateka dari berbagai tingkatan. Rinciannya, 88 karateka sabuk putih, 37 sabuk kuning, 50 sabuk hijau, 72 sabuk biru, dan 47 sabuk coklat.
Ketua Pengprov Lemkari Kalsel Ahmad Yani menegaskan bahwa pelantikan Ketua Pengcab harus menjadi momentum kerja nyata dalam membangun organisasi dan pembinaan atlet.
“Jadikan pelantikan ini sebagai awal untuk menjaga kekompakan dan aktif mendukung program Pengprov, mulai dari pembinaan berjenjang melalui gashuku, ujian kyu, hingga pertandingan yang berkelanjutan guna melahirkan kader-kader karateka,” ujar Sensei Ahmad Yani, penyandang DAN IV karate.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Umum PB Lemkari H. Sahbirin Noor atau Paman Birin.
Dalam arahannya, Paman Birin menekankan pentingnya tanggung jawab para Ketua Pengcab yang telah dilantik untuk menjalankan amanah organisasi serta mengimplementasikan nilai-nilai sumpah karate dalam kehidupan sehari-hari.
“Selain latihan fisik, filosofi sumpah karate harus benar-benar dipegang. Karate bukan hanya soal bertanding, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan sikap hidup seorang karateka,” tutur Paman Birin.
Rangkaian kegiatan Lemkari Kalsel di Kiram Park ditutup dengan pengumuman hasil ujian kenaikan tingkat. Seluruh peserta dinyatakan lulus, dan sebanyak 18 karateka terpilih sebagai karateka terbaik.
Salah satu di antaranya adalah Muhammad Fauzan, karateka asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah, yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada kegiatan tersebut.
Editor : Sutrisno