AMUNTAI – Atlet sepeda asal HSU, Melinda Ayu Putri mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional. Ia berhasil meraih Juara I pada ajang 2026 Thailand Mountain Bike Cup untuk kategori Women Junior yang digelar di Thailand.
Capaian prestasi ini dinilai DPRD Kabupaten HSU, merupakan hasil dari kebijakan pemerintah daerah yang mulai berpihak pada sektor olahraga.
Namun, DPRD menegaskan perlunya penguatan kebijakan dan dukungan anggaran yang lebih terarah agar prestasi sejumlah cabang olahraga dapat dipertahankan dan ditingkatkan secara berkelanjutan.
Kinerja Pemerintah Kabupaten HSU dalam pembinaan olahraga ini sebut Anggota Komisi II DPRD HSU, Junaidi, patut diapresiasi. Terlebih dari capaian pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan 2025 dengan peringkat keenam.
Termasuk raihan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga partisipasi atlet HSU pada ajang internasional, terbaru atlet sepeda HSU yang meraih juara di ajang Mountain Bike Internasional di Thailand dan event lainnya yang memacu atlet untuk terus berprestasi.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa kebijakan pembinaan olahraga mulai berjalan dengan arah yang jelas. Namun DPRD memandang perlu adanya penguatan kebijakan yang lebih sistematis dan berjangka panjang,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
DPRD HSU dalam fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan memiliki kepentingan untuk memastikan bahwa sektor olahraga mendapatkan perhatian yang proporsional dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ia menilai dukungan anggaran, fasilitasi kompetisi, serta keberpihakan regulasi menjadi instrumen penting dalam mendorong olahraga prestasi.
Ia mencermati masih adanya sejumlah persoalan struktural yang perlu segera dibenahi. Antara lain keterbatasan sarana dan prasarana olahraga berstandar nasional dan internasional, kesejahteraan atlet dan pelatih yang belum optimal, pembinaan usia dini yang belum merata, serta sistem regenerasi atlet yang belum terbangun secara terencana.
“DPRD mendorong pemerintah daerah untuk menyusun peta jalan pembinaan olahraga daerah yang terintegrasi dari usia dini hingga atlet elite, berbasis data prestasi dan pendekatan sport science,” tegasnya.
Pihaknya juga mendorong agar pembangunan dan revitalisasi fasilitas olahraga menjadi prioritas dalam rencana kerja pemerintah daerah dan pembahasan anggaran, termasuk peningkatan kesejahteraan atlet dan pelatih melalui skema insentif, jaminan kesehatan, serta bentuk perlindungan sosial lainnya.
Dalam konteks tata kelola, ia menekankan pentingnya penguatan peran organisasi olahraga, khususnya koordinasi antara pemerintah daerah, KONI, dan induk cabang olahraga, agar pembinaan berjalan transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Ia menegaskan bahwa prestasi olahraga bukan semata-mata capaian teknis, tetapi bagian dari kebijakan publik dan investasi jangka panjang daerah.
“DPRD juga mendorong peningkatan jam tanding atlet melalui keikutsertaan aktif dalam kejuaraan regional dan nasional, serta membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan dan sektor swasta melalui sponsorship dan program CSR,” katanya.
Editor : M Oscar Fraby