Salah satu poin strategis yang diputuskan adalah kemungkinan pelaksanaan Porprov tidak hanya oleh satu kabupaten/kota, melainkan dapat digelar bersama oleh dua hingga tiga daerah.
Keputusan tersebut diambil dalam forum Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kalsel yang berlangsung baru-baru ini.
Ketua Bidang Organisasi KONI Kalsel, Abdul Haris Makkie, mengatakan skema multi tuan rumah merupakan hasil usulan dan rekomendasi peserta rakerprov sebagai bentuk improvisasi dari aturan yang sudah ada.
“Selain persyaratan yang sudah diatur dalam anggaran rumah tangga dan peraturan organisasi, kawan-kawan di Rakerprov mengusulkan agar pelaksanaan Porprov tidak harus satu kabupaten atau satu daerah saja,” ujar Haris Makkie, saat diwawancara, Senin (29/12/2025).
Menurutnya, opsi dua hingga tiga daerah sebagai tuan rumah dibuka dengan sejumlah pertimbangan strategis. Salah satunya untuk memberikan kesempatan yang lebih merata bagi daerah dalam memperoleh pengalaman menjadi penyelenggara ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi.
“Ini untuk memberikan kesempatan yang sama bagi daerah, baik dari sisi pengalaman menjadi tuan rumah maupun dari aspek penganggaran. Dengan berbagi pelaksanaan, beban anggaran juga bisa lebih ringan,” jelasnya.
Haris Makkie menegaskan, skema tersebut tetap bersifat opsional dan akan disesuaikan dengan kesepakatan serta kesiapan daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah Porprov.
Selain itu, Rakerprov juga menetapkan batas waktu pendaftaran bagi kabupaten/kota yang berminat menjadi tuan rumah Porprov. KONI Kalsel membuka pendaftaran hingga 30 Januari mendatang.
“Kami juga menerima pendaftaran bagi daerah yang ingin mengajukan diri sebagai tuan rumah Porprov. Batas akhir pendaftarannya ditetapkan sampai 30 Januari, sesuai keputusan Rakerprov,” katanya.
Dengan adanya keputusan ini, KONI Kalsel berharap pelaksanaan Porprov ke depan dapat berjalan lebih merata, efektif, dan inklusif, serta mendorong pemerataan pembangunan dan pembinaan olahraga di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Editor : Sutrisno