BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan keseriusannya dalam membangkitkan geliat sepak bola daerah melalui revitalisasi Stadion 17 Mei Banjarmasin.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Sarasehan Sepak Bola Banua dan Syukuran Stadion 17 Mei yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Rabu (24/12/2025) malam.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, serta menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan Kongres PSSI yang berlangsung di Banjarmasin.
Turut hadir Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz, Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie, unsur DPRD Kalsel, tokoh olahraga, tokoh masyarakat, dan para pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Hasnuryadi menegaskan bahwa Stadion 17 Mei memiliki nilai strategis dan historis bagi Kalimantan Selatan.
Stadion yang dibangun sejak 1974 tersebut tidak hanya menjadi fasilitas olahraga, tetapi juga menyimpan ikatan emosional yang kuat bagi masyarakat Banua.
“Stadion 17 Mei bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol perjalanan dan kebanggaan olahraga Kalimantan Selatan. Karena itu, revitalisasi menjadi langkah penting agar stadion ini tetap hidup, relevan, dan bermanfaat,” ujar Hasnuryadi.
Ia mengungkapkan, hasil koordinasi dengan berbagai pihak menunjukkan bahwa Stadion 17 Mei berpeluang lolos verifikasi tahap awal untuk dijadikan kandang Barito Putera pada musim kompetisi 2026.
Rencana pelaksanaan pertandingan melawan Persiku Kudus pada 5 Januari 2026 mendatang disebut sebagai salah satu indikator kesiapan awal stadion tersebut.
Hasnuryadi juga menekankan pentingnya nilai kearifan lokal dalam setiap langkah pembangunan.
Menurutnya, tradisi selamatan dan doa bersama mencerminkan budaya masyarakat Kalimantan Selatan yang selalu mengedepankan kebersamaan sebelum memulai agenda besar.
“Doa yang kita panjatkan bukan hanya untuk stadion dan sepak bola, tetapi juga untuk keselamatan masyarakat, persatuan bangsa, serta saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di berbagai daerah,” tuturnya.
Selain doa bersama, sarasehan ini juga diisi dengan diskusi strategis yang melibatkan unsur legislatif, tokoh olahraga, dan insan pers.
Diskusi tersebut bertujuan menghimpun masukan konstruktif guna mendorong pengelolaan Stadion 17 Mei yang lebih inklusif, profesional, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, menyampaikan bahwa revitalisasi Stadion 17 Mei menjadi prioritas jangka pendek Pemprov Kalsel, seiring dengan rencana jangka panjang pembangunan stadion berstandar internasional.
“Dalam jangka pendek, Stadion 17 Mei tetap kami revitalisasi agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, tidak hanya untuk sepak bola, tetapi juga berbagai cabang olahraga lainnya,” jelas Pebriadin.
Ia menambahkan, saat ini proses penyempurnaan stadion masih berlangsung, mencakup pemasangan sistem pencahayaan, penambahan daya listrik, serta optimalisasi perawatan rumput lapangan.
Seluruh tahapan tersebut ditargetkan rampung agar stadion siap digunakan sesuai agenda yang telah direncanakan.
Melalui revitalisasi ini, Pemprov Kalsel berharap Stadion 17 Mei dapat kembali menjadi pusat aktivitas olahraga sekaligus mendorong peningkatan minat masyarakat dan prestasi olahraga Kalimantan Selatan di tingkat nasional.
Editor : Arif Subekti