Sejak peluit awal, kedua tim langsung bermain terbuka. Dalam 10 menit pertama, Barabai FC dan Perseka Kandangan saling menekan dengan tempo tinggi, memaksa lini belakang masing-masing bekerja ekstra menjaga kedalaman pertahanan.
Memasuki pertengahan babak pertama hingga jelang turun minum, tensi pertandingan meningkat tajam.
Baca Juga: Posko Jemaah 5 Rajab Berdiri di Batola, Hadirkan Makan Gratis dan Wi-Fi
Beberapa keputusan wasit yang dinilai kontroversial sempat memancing reaksi pemain di lapangan. Meski begitu, laga tetap berjalan kondusif tanpa insiden berarti.
Babak kedua tak kalah panas. Kedua tim mempertahankan intensitas permainan dengan duel-duel ketat di lini tengah.
Barabai FC mencoba membangun serangan cepat dari sisi sayap, sementara Perseka Kandangan lebih mengandalkan transisi dan bola-bola panjang untuk memecah kebuntuan.
Baca Juga: Subuh Mencekam, Angin Puting Beliung Terjang Desa Melayu, 13 Rumah Rusak
Sejumlah peluang tercipta, namun disiplin pertahanan dan solidnya organisasi permainan membuat gol tak kunjung lahir. Sportivitas tetap terjaga hingga wasit meniup peluit panjang.
Skor 0-0 akhirnya menutup pertandingan. Kedua kesebelasan harus puas berbagi satu poin setelah sama-sama menunjukkan permainan ngotot dan terorganisasi.
Manajer Barabai FC, Fajar Sukma, mengapresiasi perjuangan timnya meski gagal mengamankan kemenangan.
Baca Juga: Ratusan Pemuda Berbaju Hitam Menggelar Aksi Damai Kawal OTT HSU
“Saya tetap bangga dengan anak-anak. Mereka bermain dengan hati, disiplin, dan semangat juang tinggi sampai akhir. Hasil imbang ini jadi bahan evaluasi, tapi secara mental dan karakter, tim sudah menunjukkan jati diri Barabai FC,” ujarnya, Rabu (23/12/2025).
Ia berharap hasil tersebut menjadi pemantik motivasi agar Barabai FC tampil lebih efektif pada laga berikutnya di Liga 4 Zona Kalimantan Selatan. (*)
Editor : M. Ramli Arisno