Dispora Kalsel berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kalsel menyiapkan sejumlah atlet muda untuk mengikuti TC sekaligus latihan tanding di Bangkok, Thailand.
Program ini menjadi bagian dari pembinaan jangka menengah, sekaligus persiapan awal menuju kejuaraan-kejuaraan besar, termasuk Pra-PON mendatang. Sejumlah petinju muda potensial diberangkatkan, didampingi dua pelatih serta official dari Pertina Kalsel, Senin (15/12/2025) lalu.
Sekretaris Pertina Kalsel, Hermanto Ginting, mengatakan mayoritas atlet yang dibawa merupakan petinju usia muda yang tengah diproyeksikan menjadi tulang punggung Kalsel di masa depan. Hanya satu petinju senior yang ikut untuk menjaga keseimbangan tim dan menjadi contoh bagi atlet muda.
“Yang berangkat ini kebanyakan atlet muda. Harapannya mereka bisa menimba pengalaman, menambah jam tanding, dan ke depan mampu menyamai bahkan melampaui seniornya,” ujar Hermanto, Rabu (17/12/2025).
Thailand dipilih sebagai lokasi TC karena dinilai memiliki kualitas sparring partner yang baik serta atmosfer latihan yang kompetitif. Awalnya, TC direncanakan di Penang, Malaysia, namun setelah melalui pertimbangan bersama, Thailand dinilai lebih tepat untuk kebutuhan pembinaan saat ini.
“Di Thailand kualitas latih tandingnya lebih berkelas. Ini penting untuk mental dan daya saing atlet muda kita,” jelasnya.
Hermanto menekankan, pencapaian prestasi bukan hanya soal bakat, tetapi juga dipengaruhi banyak aspek, mulai dari lingkungan, dukungan pemerintah, kualitas pelatih, hingga kedisiplinan atlet itu sendiri.
“Pembinaan itu proses panjang. Atlet jangan cepat puas. Semua pihak harus berjalan seiring supaya hasilnya maksimal,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua IV KONI Kalsel, H Anwar Hadimi, menyambut positif langkah pembinaan yang dilakukan. Menurutnya, munculnya petinju-petinju muda berbakat menjadi indikator bahwa pola pembinaan mulai berjalan ke arah yang benar.
“Kita melihat banyak bibit muda yang potensial. Ini contoh bahwa pembinaan bisa berhasil jika diberi ruang dan kesempatan sejak dini,” ujarnya.
Hadimi berharap, TC luar negeri ini dapat menjadi pemantik semangat bagi atlet muda tinju Kalsel untuk terus berkembang dan kelak memberikan kontribusi lebih besar, baik di level regional maupun nasional.
“KONI tentu mendukung. Harapannya pembinaan ini terus ditingkatkan agar prestasi yang sudah diraih bisa lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya.
Program TC ini direncanakan berlangsung sekitar satu pekan dan menjadi langkah awal pembentukan fondasi kuat bagi regenerasi atlet tinju Kalimantan Selatan.
Editor : Sutrisno