BANJARBARU – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) di GOR Babussalam, Banjarbaru, Sabtu (13/12/2025).
Agenda ini difokuskan pada penguatan pembinaan atlet sebagai persiapan menghadapi Pra-PON 2027.
Rakerprov tersebut dihadiri puluhan klub otomotif yang terdaftar secara resmi di bawah naungan IMI Kalsel.
Selain pengurus daerah, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan IMI Pusat yang diwakili Deputy of Organization IMI, Nasta Oktavian, sebagai utusan Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto.
Nasta menyampaikan bahwa Rakerprov IMI Kalsel menjadi yang pertama digelar di Indonesia pasca Rakernas.
Hal itu, menurutnya, merupakan bentuk kepercayaan IMI Pusat kepada Kalimantan Selatan.
“Alhamdulillah, setelah Rakernas kita langsung melaksanakan Rakerprov. Ini menjadi Rakerprov pertama di Indonesia dan Kalsel mendapat kepercayaan untuk mengawali,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dari Ketua Umum IMI atas terselenggaranya Rakerprov tersebut serta harapan agar program kerja tahun 2026 dapat dijalankan secara optimal.
“Pak Moreno menyampaikan semoga Rakerprov ini berjalan sukses dan seluruh program 2026 bisa dilaksanakan dengan baik,” katanya.
Dalam forum tersebut, IMI Pusat turut menyampaikan sejumlah pembaruan kebijakan nasional, mulai dari sistem pendaftaran klub, Kartu Tanda Anggota (KTA), hingga pengembangan aplikasi pendaftaran keanggotaan.
Selain itu, juga dibahas rencana kejuaraan nasional, standar keselamatan penyelenggaraan event, serta manfaat KTA yang mencakup perlindungan asuransi bagi anggota.
Terkait kalender Kejuaraan Nasional, Nasta menjelaskan bahwa hingga kini jadwal resmi belum dirilis karena masih menunggu pleno pengurus pusat yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
“Setelah pleno dan kepulangan Ketua Umum dari Uzbekistan, baru kalender resmi akan kami umumkan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua IMI Kalsel, Edy Sudarmadi, menyebutkan bahwa pembahasan teknis terkait Pra-PON masih akan dimatangkan secara bertahap.
Ia menjelaskan bahwa jumlah cabang olahraga otomotif yang dipertandingkan mengalami penambahan.
“Kalau sebelumnya dua cabang, sekarang menjadi tiga, yakni balap motor, grass track, dan tambahan mini 4WD. Mini 4WD sebelumnya masih bersifat eksibisi, ke depan kita akan mulai mencari bibit muda dari Kalsel,” ungkap Edy.
Edy berharap Rakerprov ini menjadi momentum kebersamaan untuk memajukan dunia otomotif di Banua, tidak hanya dari sisi prestasi, tetapi juga kontribusinya terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Ini gawi beimbai, kayu beimbai istilah urang Banjar. Mudah-mudahan bisa mendorong otomotif Kalsel, bukan cuma prestasi, tapi juga pariwisata,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa jumlah klub otomotif di Kalsel sebenarnya sangat banyak, bahkan mencapai ratusan.
Namun, tidak semuanya terorganisir secara resmi di bawah IMI.
“Sekarang perkembangan klub sangat pesat seiring jenis motor yang semakin beragam. Yang penting mereka terorganisir dengan baik dan memiliki visi positif,” katanya.
Selain roda dua, IMI Kalsel juga mulai menyiapkan pengembangan cabang roda empat seperti off-road dan rally.
Bahkan, rencana rally jarak panjang tengah dipersiapkan untuk digelar pada 2026 dengan lintasan meliputi Banjarbaru, Tanah Laut, dan Kabupaten Banjar.
Ketua Pelaksana Rakerprov IMI Kalsel, Erni Sari, menambahkan bahwa Rakerprov ini juga menjadi ajang penyusunan kalender event tahun mendatang serta pelantikan dua pengurus IMI kabupaten/kota, yakni dari Kotabaru dan Banjarmasin.
Erni juga menekankan pentingnya pembinaan atlet muda dan regenerasi atlet wanita di dunia otomotif.
“Sebagai atlet perempuan, saya sangat berharap lahir atlet-atlet wanita baru, baik di roda dua maupun roda empat. Saat ini khusus roda empat, atlet wanita masih sangat minim,” pungkasnya.
Editor : Arif Subekti