BANJARMASIN - Barito Putera kembali membuka peluang besar untuk pulang ke markas tradisional mereka, Stadion 17 Mei Banjarmasin, pada Januari mendatang.
Rencana tersebut bukan hanya dinantikan para pendukung setia Laskar Antasari, tetapi juga menjadi harapan besar bagi pelatih kepala, Stefano Cugurra.
Sejak awal musim, keinginan untuk kembali merumput di stadion keramat itu memang terus menguat seiring progres renovasi yang kini hampir rampung.
Pelatih yang akrab disapa Teco tersebut menegaskan bahwa bermain kembali di Stadion 17 Mei akan memberikan keuntungan besar bagi tim, baik secara teknis maupun emosional.
Ia sudah cukup mengenal karakter lapangan stadion itu dan menganggapnya sangat ideal untuk mendukung gaya permainan yang ingin ia terapkan di kompetisi Liga 2 atau Championship musim ini.
Keakraban dengan kondisi lapangan, menurut Teco, akan mempermudah pemain beradaptasi pada setiap pertandingan kandang.
Selain faktor teknis, kedekatan dengan supporter menjadi alasan utama Teco berharap kepulangan ke Stadion 17 Mei dapat segera terwujud.
Mayoritas supporter Barito Putera berdomisili di Banjarmasin, sehingga akses menuju stadion akan jauh lebih mudah.
Hal itu diyakininya akan membuat antusiasme penonton meningkat secara signifikan.
“Saya harap semua bisa selesai tepat waktu. Kalau kita main di sini Januari nanti, supporter pasti akan lebih banyak datang karena lebih dekat, dan saya dengar banyak yang tinggal di sekitar Banjarmasin,” ujarnya.
Teco juga menilai bahwa dukungan penuh dari tribun akan memberi dampak langsung kepada performa tim.
Atmosfer meriah dan gemuruh suporter yang memenuhi stadion dinilainya mampu mendorong motivasi pemain untuk berjuang lebih keras di lapangan.
Ia percaya bahwa kehadiran ribuan supporter akan menghadirkan energi positif dan menjadi tambahan kekuatan bagi Barito Putera dalam menghadapi sisa kompetisi.
Renovasi Stadion 17 Mei sendiri kini memasuki tahap akhir.
Hampir seluruh bagian sudah terlihat rapi dan hanya tinggal pemasangan lampu yang masih dalam proses penyelesaian.
Progres ini membuat optimisme semakin besar. Bila seluruh pengerjaan selesai sebelum Januari, maka Barito Putera bisa kembali menggunakan stadion yang selama puluhan tahun menjadi kandang utama mereka.
Kehadiran stadion yang representatif juga menjadi harapan masyarakat yang sudah lama menunggu momen kebangkitan sepak bola Banua.
Sebagai salah satu ikon olahraga di Kalimantan Selatan, Stadion 17 Mei memiliki nilai historis yang kuat bagi Barito Putera maupun supporter.
Sejak dulu tempat ini menjadi saksi lahirnya banyak laga penting, kemenangan bersejarah, hingga momen tak terlupakan bagi tim dan pendukung.
Karena itu, kembalinya Barito Putera ke stadion kebanggaan tersebut diyakini akan membawa semangat baru, baik bagi klub maupun masyarakat Banua.
Para supporter pun berharap, kepulangan ke 17 Mei dapat menjadi titik balik performa Barito Putera menuju hasil terbaik di kompetisi musim ini.
Sekretaris Umum Barito Mania (Bartman), Zainu Abdillah atau Zezen, menyambut baik pernyataan Coach Teco yang berharap Barito Putera bisa kembali bermarkas di Stadion 17 Mei Banjarmasin.
Menurutnya, pelatih asal Brasil itu mampu membaca situasi yang selama ini juga dirasakan oleh para suporter.
“Artinya Coach Teco bisa membaca situasi. Persentase kehadiran suporter pasti akan meningkat signifikan jika Barito bermain di Stadion 17 Mei,” ujar Zezen, Kamis (11/12/2025) siang.
Ia menjelaskan bahwa variabel prestasi sebenarnya sudah cukup bagus musim ini. Sejak pekan pertama, Barito Putera konsisten berada di papan atas klasemen Liga 2.
Namun, faktor tersebut belum cukup untuk mendongkrak jumlah penonton di stadion yang mereka gunakan sementara.
“Kalau soal prestasi, dari pekan pertama Barito stabil di papan atas. Tapi tetap saja, sulit untuk meningkatkan angka kehadiran penonton. Karena itu, menurut kami manajemen harus memperjuangkan variabel lain, yaitu balik ke rumah,” tegasnya.
Zezen menambahkan bahwa Stadion 17 Mei memiliki nilai emosional bagi suporter dan masyarakat Banjarmasin.
Dengan kembali bermain di stadion tersebut, atmosfer pertandingan diyakini akan lebih hidup, serta dukungan moral untuk pemain akan semakin besar.
Editor : Arif Subekti