Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tak Ada Kompetisi Sepak Bola Putri di Kalsel, Pemain Timnas Asal Banua Indira Fatima Kembali Merantau ke Liga Bandung

M Idris Jian Sidik • Rabu, 10 Desember 2025 | 14:01 WIB

SAAT TAMPIL: Indira Fatima saat membela Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia Putri 2025, tampil penuh determinasi.
SAAT TAMPIL: Indira Fatima saat membela Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia Putri 2025, tampil penuh determinasi.
BANJARMASIN - Tak ada kompetisi sepak bola putri di Kalimantan Selatan membuat Indira Fatima kembali harus “merantau” demi menjaga ritme bermainnya. 

Pemain Timnas Indonesia asal Banua itu kini bersiap memperkuat klub Goal Aksis Bandung pada ajang Liga Hydropolis U-15 Putri Regional Bandung, yang berlangsung pertengahan Desember 2025 hingga Februari 2026.

Indira, yang lahir di Banjarmasin pada 30 November 2011, sebelumnya tampil di berbagai gelaran penting sepanjang tahun. Pada Oktober 2025, ia berseragam Timnas U-17 Putri di Piala Asia Myanmar. Sebulan berselang, ia membantu tim sepak bola wanita Tapin meraih medali perak pada Porprov 2025 di Tanah Laut.

“Rencananya Indira akan membela klub Goal Aksis Bandung di Liga U-15 tersebut,” ujar ayahnya, Indra Syafruddin, Rabu (9/12/2025).

Menurut Indra, Liga Hydropolis merupakan kompetisi internal Bandung, namun kerap menjadi pintu seleksi menuju seri nasional. Hal ini bukan hal baru bagi Indira, karena sepanjang 2025 ia sudah beberapa kali dipercaya tampil di level regional hingga nasional.

“Awal tahun 2025 lalu, Indira membela Goal Aksis dan berhasil juara U-14 regional Bandung. Dia juga terpilih masuk Allstar Bandung U-16 Pertiwi seri nasional di Kudus. Lalu pada Juli 2025, Indira kembali dipercaya ke Timnas U-16 di AFF U-16 putri,” tuturnya.

Liga yang diikuti Indira kali ini merupakan lanjutan musim kedua kompetisi 2025–2026. Indra menegaskan bahwa tujuan utama mengikuti liga di luar daerah adalah agar putrinya bisa mendapat menit bermain reguler bersama sesama pemain putri, sekaligus menambah pengalaman.

“Indira memang butuh kompetisi. Dengan bermain rutin, kalau ada seleksi atau TC Timnas lagi, dia bisa tetap bersaing. Soalnya di Banua belum ada kompetisi resmi sepak bola wanita,” jelasnya.

Dari sisi pendidikan, Indira mendapatkan dukungan penuh dari sekolahnya, SMPN 3 Banjarmasin, tempat ia kini duduk di bangku kelas VIII.

“Alhamdulillah sekolah sangat mensupport dan selalu memberi izin,” pungkas Indra.

Editor : Sutrisno
#Kalsel #Timnas Indonesia #Sepak Bola