Salah satunya adalah rencana penyelenggaraan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Anggar yang menjadi rangkaian pembinaan atlet daerah.
Ketua Umum IKASI Kalsel, Dr Herita Warni, mengatakan pihaknya masih menyesuaikan jadwal dengan agenda nasional. “Kita akan melihat agenda di tingkat nasional, di mana Kejurnas Anggar digelar pada 2026. Rencananya, kita juga menggelar Kejurprov pada tahun depan,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Herita menjelaskan bahwa Kejurprov biasanya menjadi ajang seleksi alami sebelum Kejurnas. Atlet-atlet terbaik dari event provinsi itulah yang berpeluang mewakili Kalsel di tingkat nasional.
Ia pun menyambut baik perkembangan olahraga anggar di Banua yang kini semakin pesat dan merata di berbagai kabupaten/kota.
Pada Porprov XII Kalsel 2025 lalu, cabang anggar diikuti 10 daerah: Banjarmasin, Banjarbaru, Batola, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Balangan, Tapin, dan Kabupaten Banjar. Partisipasi luas ini disebut sebagai bukti kuat bahwa regenerasi atlet berjalan positif.
Prestasi membanggakan juga datang dari atlet Kalsel, Muhammad Nabil Zahidy, yang sukses meraih medali perunggu pada PON XXI 2024 Aceh–Sumatera Utara.
Nabil menembus semifinal nomor degen di Gedung Anggar Kompleks Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, sebelum dikalahkan atlet Riau, M Fajri, dengan skor 4–15. Sebelumnya, ia tampil impresif dengan menaklukkan Andi Muhammad Rizky (Sulsel) 15–11 pada perempat final.
Herita turut mengungkapkan bahwa 11 atlet Kalsel yang lolos ke PON XXI didominasi oleh atlet muda berusia 16–24 tahun, sehingga memiliki prospek jangka panjang.
“Atlet kita ini cukup potensial dan dalam pembinaan jangka panjang. Kita harapkan di PON XXII nanti mereka dapat memetik hasilnya,” kata Herita.
Para atlet yang turun pada PON XXI 2024 tersebut berasal dari berbagai daerah di Kalsel, yakni Balangan, Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Batola, dan Banjarmasin. Dengan perkembangan positif ini, IKASI Kalsel optimistis penguatan prestasi akan terus berlanjut hingga 2026.
Editor : Sutrisno