Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Asprov PSSI Kalsel Rilis Pembagian Grup Liga 4 Zona Kalsel 2025

M Idris Jian Sidik • Rabu, 3 Desember 2025 | 15:56 WIB

LATIHAN: Para pemain dari klub peserta Liga 4 Kalsel menjalani sesi latihan  jelang kick-off kompetisi yang mulai bergulir pada 20 Desember mendatang.
LATIHAN: Para pemain dari klub peserta Liga 4 Kalsel menjalani sesi latihan jelang kick-off kompetisi yang mulai bergulir pada 20 Desember mendatang.
BANJARMASIN - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Selatan resmi merilis pembagian grup Liga 4 Indonesia Zona Kalsel 2025. Kompetisi yang akan mulai bergulir pada 20 Desember 2025 ini diikuti 10 tim dan dibagi ke dalam dua grup, masing-masing berisi lima peserta.

Grup A dihuni Banjar Union FC, Barabai FC, Putra Plaosan, Perseam Amuntai, dan Perseka Kandangan. Sementara Grup B diisi Persemar Martapura, Persenus Nusantara, Persetala, Persehan, serta Persepan Pagatan.

Sekretaris Asprov PSSI Kalsel Baktiansyah menjelaskan bahwa proses drawing kali ini dilakukan dengan pendekatan berbeda, yaitu mempertimbangkan letak geografis setiap tim.

Baca Juga: Ananda Tutup Mulut soal Kabar Nikah dengan Maulana Mansyur

"Pembagian grup sepenuhnya mempertimbangkan posisi geografis. Misalnya tim-tim yang berada di jalur Sungai Martapura dikelompokkan bersama, begitu juga yang berada di kawasan Hulu Sungai atau Banjar," jelasnya, Rabu (3/12/2025) sore.

Menurut Baktiansyah, pendekatan geografis dipilih agar klub tidak terbebani biaya perjalanan yang terlalu besar. "Ini bentuk efisiensi. Dengan jarak tempuh yang lebih dekat, biaya operasional tim bisa ditekan tanpa mengurangi kualitas kompetisi," ujarnya.

Dari dua grup ini, tiga tim terbaik masing-masing grup berhak melaju ke babak selanjutnya. Enam tim yang lolos kemudian kembali dibagi menjadi dua grup baru untuk menentukan tim terbaik menuju fase final.

Baca Juga: Direksi Bank Kalsel Hadiri Hari Jadi Kabupaten Tapin ke-60

Seluruh pertandingan akan digelar di homebase masing-masing klub, sehingga atmosfer kompetisi dipastikan lebih hidup. "Homebase adalah kewajiban klub peserta. Ini kami dorong agar daerah punya rasa memiliki, sekaligus memacu perbaikan infrastruktur stadion," kata Baktiansyah.

Baktiansyah menekankan bahwa sistem home-and-away tidak hanya menambah keseruan kompetisi, tetapi juga mendorong kepedulian pemerintah daerah terhadap sarana olahraga.

"Ketika klub harus menjadi tuan rumah, mereka pasti ingin infrastrukturnya baik. Ada rasa malu kalau stadionnya tidak standar. Dari situ muncul kepedulian, dan pemerintah daerah akhirnya lebih memperhatikan fasilitas olahraga," tegasnya.

Baca Juga: Keberhasilan Geopark Meratus menjadi UGGp, Gubernur Kalsel H Muhidin Terima Penghargaan Menteri PPN/ Bappenas RI

Selain itu, ia optimistis kompetisi ini dapat menggerakkan roda ekonomi di sekitar stadion. "Kehadiran tim atau penonton dari luar daerah membuat UMKM lokal ikut hidup. Penjual makanan, pedagang suvenir, hingga jasa transportasi merasakan dampaknya. Itu salah satu tujuan besar kami," tambahnya.

Menanggapi absennya juara bertahan PS Kabupaten Tapin tahun ini, Baktiansyah menyebut keputusan tersebut sepenuhnya hak klub. "Tidak ada masalah. Itu hak mereka. Namun kami percaya persaingan tetap ketat karena klub-klub lain sudah sangat siap," katanya.

Ia memastikan Liga 4 Kalsel 2025 tetap berjalan sesuai regulasi kompetisi nasional, sekaligus menjadi ajang penting pembinaan sepak bola daerah. Dengan jadwal padat, format kompetitif, serta pendekatan geografis yang efisien, Liga 4 Indonesia Zona Kalsel tahun ini diproyeksikan menjadi salah satu kompetisi amatir paling bergairah di Kalimantan Selatan. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#kompetisi sepak bola #PSSI Kalimantan Selatan #Liga 4 Kalsel #Pembagian Grup Liga #Asprov PSSI Kalsel