BANDUNG - Kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Selatan membuka lembaran prestasi di Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran Tingkat Nasional (PORSENIJARNAS) 2025 yang digelar di Bandung, Jawa Barat. Medali emas pertama berhasil dipersembahkan dari cabang seni, tepatnya lomba tari tunggal.
Prestasi membanggakan itu diraih oleh Lukman Noor Hakim yang tampil memukau di hadapan dewan juri, mengungguli peserta dari 26 provinsi se-Indonesia. Lomba tari tunggal digelar dalam rentang 26 hingga 28 November 2025, sekaligus menjadi penanda awal yang manis bagi perjalanan kontingen PGRI Kalsel di ajang nasional tersebut.
Ketua Kontingen PORSENIJARNAS Kalsel, Nariansyah, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian yang diraih Lukman.
“Alhamdulillah, kontingen PGRI Kalimantan Selatan berhasil meraih medali emas pertama melalui cabang tari tunggal. Pesertanya berasal dari 26 provinsi, dan peraih emas adalah Lukman Noor Hakim,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Nariansyah yang juga menjabat sebagai Biro Olahraga dan Seni PGRI Kalsel hadir langsung di arena lomba untuk memberikan dukungan. Ia menilai keberhasilan ini bukan hanya kemenangan individu, melainkan juga simbol semangat dan dedikasi para guru Banua yang turut berjuang mengharumkan nama daerah.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi PGRI Kalsel. Semoga dapat memantik semangat peserta lain untuk meraih hasil terbaik di cabang-cabang berikutnya,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Biro Informasi dan Komunikasi PGRI Kalsel, Noorrahkman. Menurutnya, medali emas perdana ini diharapkan mampu menjadi suntikan motivasi bagi seluruh anggota kontingen untuk terus tampil maksimal di nomor-nomor yang masih dipertandingkan.
Ajang PORSENIJARNAS sendiri menjadi wadah silaturahmi, kreativitas, serta kompetisi sehat bagi para guru dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia melalui bidang olahraga, seni, dan pembelajaran.
Dengan torehan emas awal ini, PGRI Kalsel kian optimistis dapat menambah pundi-pundi prestasi dan mengukir hasil membanggakan lainnya di panggung nasional.
Editor : Arif Subekti