Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Balangan Tampil Tipis di Atas Banjarmasin pada Laga Penutup Bulutangkis Peparprov V Kalsel

M Idris Jian Sidik • Rabu, 26 November 2025 | 13:36 WIB
Aksi para atlet difabel cabor bulutangkis Peparprov V Kalsel menampilkan Balangan di posisi pertama, Banjarmasin di posisi kedua, dan Banjarbaru di posisi ketiga, menandai persaingan yang sangat ketat
Aksi para atlet difabel cabor bulutangkis Peparprov V Kalsel menampilkan Balangan di posisi pertama, Banjarmasin di posisi kedua, dan Banjarbaru di posisi ketiga, menandai persaingan yang sangat ketat

PELAIHARI – Cabang olahraga bulutangkis resmi menutup rangkaian pertandingan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V Kalimantan Selatan, Selasa (25/11/2025) siang.

Persaingan antar daerah berlangsung ketat hingga detik terakhir, dengan Kabupaten Balangan akhirnya keluar sebagai juara umum, unggul tipis dari Kota Banjarmasin yang terus menempel di papan klasemen.

Balangan menuntaskan kompetisi dengan perolehan 4 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Sementara Banjarmasin membuntuti di posisi kedua dengan raihan 4 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Selisih hanya satu medali perunggu menjadi pembeda antara dua kekuatan utama di cabang ini.

Di bawahnya, Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah sama-sama mengantongi dua medali emas. Posisi mereka ditentukan oleh perbedaan jumlah perak dan perunggu yang diraih, memperlihatkan ketatnya persaingan hingga lapisan bawah klasemen.

Pada Peparprov tahun ini, bulutangkis awalnya mempertandingkan 19 nomor. Namun, dua nomor harus dibatalkan karena tidak memenuhi syarat minimal jumlah peserta. Dengan demikian, hanya 17 nomor resmi yang digelar di GOR Berseri, Tanah Laut.

Technical Delegate bulutangkis, Didi Pramono, menyampaikan bahwa kejuaraan kali ini menunjukkan perkembangan positif dari sisi pemerataan kualitas atlet.

“Awalnya ada 19 nomor, tetapi ada dua yang tidak memenuhi syarat, sehingga hanya 17 yang dipertandingkan. Juara umum Balangan, disusul Banjarmasin dan Banjarbaru. Yang menarik, persaingan sekarang sudah mulai merata, hampir semua kabupaten dan kota bisa meraih medali. Artinya, mulai tumbuh atlet-atlet baru, walaupun wajah-wajah lama masih ada,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa adanya aturan khusus bagi atlet berprestasi di Peparnas Papua dan Solo turut memengaruhi dinamika persaingan. Peraih emas di ajang tersebut hanya diperbolehkan tampil di satu nomor, sementara peraih perak dan perunggu maksimal turun di dua nomor.

Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari strategi pembinaan sekaligus memberi ruang lebih luas bagi atlet-atlet baru untuk unjuk kemampuan di tingkat provinsi.

Editor : Arif Subekti
#peparprov #Balangan #Bukutangkis #unggul