BANJARMASIN – Bagi PTMSI Kalimantan Selatan, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja 2025 bukan sekadar menjadi tuan rumah. Lebih dari itu, ajang ini dimanfaatkan sebagai panggung evaluasi sekaligus proses regenerasi atlet untuk masa depan tenis meja Banua.
Sebanyak 52 atlet diturunkan PTMSI Kalsel dalam kejuaraan yang berlangsung di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin. Para atlet ini tidak hanya membawa target prestasi jangka pendek, tetapi juga misi pembinaan jangka panjang yang telah disusun sejak beberapa tahun terakhir.
Ketua PTMSI Kalsel Surya Dharma, yang diwakili Sekretaris Irwansyah, menyebut Kejurnas menjadi momentum penting untuk mengukur kemampuan atlet-atlet lokal saat berhadapan langsung dengan kekuatan terbaik dari 23 provinsi.
“Ini kesempatan emas bagi atlet-atlet muda kita untuk mendapatkan jam terbang. Kami ingin melihat sejauh mana kemampuan mereka jika bersaing di panggung nasional. Ini juga jadi bahan evaluasi penting untuk program pembinaan ke depan,” ujar Irwansyah, Selasa (25/11/2025) pagi.
Dari sisi target, PTMSI Kalsel membidik hasil maksimal di nomor beregu dan ganda yang selama ini menjadi kekuatan utama daerah. Namun harapan juga disematkan pada kelompok junior yang jarang tampil di level nasional.
“Kalau dari senior masih kami andalkan, tapi kami juga ingin melihat potensi dari junior. Siapa tahu muncul kejutan baru yang bisa menjadi tulang punggung Kalsel ke depan. Kami optimistis,” lanjutnya.
Salah satu atlet Kalsel, Alvina Kayla, mengaku Kejurnas ini menjadi pengalaman berharga untuk mengasah mental dan teknik bertanding di tengah atmosfer kompetitif tingkat nasional.
“Lawan dari provinsi lain sangat kuat, tapi justru itu yang membuat saya lebih termotivasi. Bisa tampil di rumah sendiri juga jadi kebanggaan tersendiri. Kami ingin membuktikan bahwa Kalsel bisa bersaing,” ucap Alvina.
Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, kehadiran ratusan atlet dari seluruh Indonesia, serta semangat pembinaan yang terus digelorakan, Kejurnas Tenis Meja 2025 di Kalsel menjelma menjadi lebih dari sekadar turnamen. Ini adalah panggung pembuktian bagi atlet Banua, sekaligus awal dari peta masa depan tenis meja Kalimantan Selatan dan Indonesia.
Editor : Arif Subekti