Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kisah Tekad yang Melampaui Keterbatasan Fisik, Debut Apriadi Sumbang Medali Emas Renang untuk Kotabaru di Peparprov

Jumain Radar Banjarmasin • Minggu, 23 November 2025 | 15:00 WIB

Apriadi Redhani Azhary memperlihatkan tiga medali yang diraihnya di Tanah Laut.
Apriadi Redhani Azhary memperlihatkan tiga medali yang diraihnya di Tanah Laut.

TANAH LAUT - Atlet paralimpik asal Kotabaru mencetak debut manis di Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) V di Tanah Laut.

Apriadi Redhani Azhary (33), atlet renang kategori S13 low vision, membuktikan bahwa tekad dapat melampaui batas pandangan mata.

Dalam aksi perdana di ajang kompetisi resmi, Apriadi langsung menggebrak dengan tiga medali sekaligus, satu emas dan dua perak.

Kepada Radar Banjarmasin, Apriadi mengaku kecintaannya pada air dan olahraga renang sudah ia rasakan sejak kecil. Namun, kesempatan untuk terjun ke kancah kompetisi baru datang sekarang.

Dengan waktu persiapan yang terbilang singkat, hanya dua bulan latihan rutin, ia harus segera beradaptasi.

Jika di kolam latihan ia terbiasa menempuh 1.000 meter tanpa henti dengan kecepatan yang stabil, suasana di kompetisi jauh berbeda. Energi terkuras bukan hanya oleh fisik, tapi juga mental.

"Awalnya asal finish saja, cari pengalaman saja. Perunggu pun sebenarnya sudah bersyukur," ujar Apriadi, Minggu (23/11).

Namun, takdir berkata lain. Di nomor favoritnya, 50 Meter Gaya Punggung, Apriadi mengerahkan kemampuannya dan menyerahkan hasilnya kepada Yang Maha Kuasa.

Adrenalin memuncak. Ia fokus pada setiap tarikan, setiap kayuhan, mengabaikan keraguan. Saat menyentuh dinding akhir, ia baru sadar telah memimpin jauh. Pesaing terdekat tertinggal sekitar 5 meter di belakang.

Kemenangan itu sangat terasa setelah mengamankan perak di 50 meter gaya dada dan 100 meter gaya dada, perolehan emas di gaya punggung adalah puncaknya.

"Emas pertama ini, rasanya masih campur aduk, terharu banget," katanya.

Kehadiran kedua orang tuanya, Rasyid dan Lina Rumsari di venue menjadi bahan bakar spiritual tambahan untuk perjuangan Apriadi.

Apriadi Redhani Azhary telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak bisa membatasi tekad. Kisahnya adalah pengingat bagi seluruh atlet difabel.

"Buat atlet Kotabaru yang masih bertanding, tetaplah semangat dan latihan maksimal, selebihnya serahkan semua yang kepada yang Maha Kuasa,” tutupnya mengakhiri.

Editor : Muhammad Syarafuddin
#Kotabaru #Renang #peparprov #paralimpik #Tanah Laut #Kalsel