Seorang nelayan dari Desa Asli Rampa Lama, Kotabaru, berhasil meraih medali emas perdananya di cabang olahraga atletik nomor lempar peluru.
Dia adalah Agus Salim (33), sosok sederhana yang sehari-hari bekerja sebagai pelaut di Desa Rampa.
Baca Juga: Penerbangan Banjarmasin-Kuala Lumpur Gacor, Load Factor Capai 75 Persen
Pria asal Suku Bajau Samah ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi dan mengharumkan nama daerah.
Saat diwawancarai Radar Banjarmasin pada Sabtu (22/11) pagi, raut wajah Agus tampak sangat terharu. Matanya berkaca-kaca, tidak mampu menyembunyikan kebahagiaan yang membuncah.
"Jujur, Pak, saya senang sekali. Kemarin sore saat dapat emas, saya sempat menangis terharu," ucapnya dengan suara bergetar.
Baca Juga: Faperta ULM Tanam Pohon Langka di Arboretum Ayu Tirta, Siap Perluas Kerja Sama Penelitian
Agus mengaku sangat bangga karena meski dengan keterbatasan, ia tetap bisa mengharumkan nama Kotabaru layaknya atlet normal.
Baginya, medali emas ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras dan doa tidak pernah mengkhianati hasil.
Medali emas yang diraihnya adalah hasil dari latihan keras, disiplin tinggi, dan doa keluarga di rumah.
Baca Juga: Yasinta Anggraini Gagal Masuk Top 30 Miss Universe 2025, Indonesia Absen Finalis Tiga Tahun Beruntun
Selama satu setengah bulan penuh, Agus rutin berlatih setiap hari di Gelanggang Olahraga (GOR) Kotabaru untuk mempersiapkan diri menghadapi Peparprov.
"Sangat tidak menyangka bisa juara, tapi saat pertandingan, saya sangat yakin dari awal. Keyakinan itu membuat saya tidak ragu-ragu," tegasnya.
Agus juga menyampaikan pesan semangat bagi siapa pun, terutama para atlet disabilitas, agar tidak patah semangat dalam kondisi apa pun.
Baca Juga: Arutmin Borneo Run 2025 Catat Lonjakan Peserta Signifikan, Kuota 4.050 Runner Habis dalam 5 Menit
Baginya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi, tanpa memandang keterbatasan fisik.
"Apapun kondisinya, semua orang punya kesempatan yang sama. Jangan pernah menyerah," katanya.
Keberhasilan Agus Salim turut disambut gembira oleh Pelatih Cabang Olahraga Atletik Kotabaru, Hermansyah.
Baca Juga: Minta Konstituen Bisa Berhentikan Anggota DPR, Lima Warga Negara Ajukan Uji Materi ke MK
Pada hari pertama pertandingan, kontingen Kotabaru berhasil mengumpulkan total satu medali emas, tiga perak, dan dua perunggu.
"Alhamdulillah, hari pertama kami raih satu emas, tiga perak, dan dua perunggu. Ini awal yang sangat baik," ujar Hermansyah dengan bangga.
Ia mengakui, persaingan di Peparprov Kalsel V sangat ketat. Banjarmasin, Banjarbaru, dan tuan rumah Tanah Laut masih menjadi pesaing terkuat dalam perolehan medali.
Baca Juga: KPK Pamerkan Tumpukan Uang Korupsi Taspen, Mantan Dirut Taspen Divonis 10 Tahun Penjara
Namun, ia optimistis kontingen Kotabaru masih bisa menambah pundi-pundi medali emas di hari-hari berikutnya.
"Insyaallah kami yakin bisa dapat medali lagi hari ini. Mohon doa dari seluruh masyarakat Kotabaru agar kami bisa menambah emas," harapnya.
Hermansyah juga berbagi kunci sukses dalam melatih atlet disabilitas. Menurutnya, atlet disabilitas membutuhkan perlakuan khusus dan kesabaran ekstra dibanding atlet pada umumnya. Pendampingan intensif dan motivasi terus-menerus adalah kunci utama.
Baca Juga: Run Safe, Grow Stronger! Arutmin Borneo Run 2025 Kembali Menggetarkan Banjarbaru
"Mereka harus didampingi terus dan diberi semangat terus-menerus. Kepercayaan diri mereka harus dipompa setiap hari," jelasnya.
Hermansyah menekankan, dalam mendampingi atlet disabilitas, pelatih harus mampu melihat potensi dan kelebihan mereka.
Jangan sampai atlet disabilitas dipandang sebelah mata karena mereka memiliki kemampuan luar biasa yang bisa dikembangkan.
Baca Juga: Pemkab Banjar Perjuangkan SK APL 332 Hektare untuk Legalitas Kawasan Permukiman Warga Aranio
"Intinya, anak-anak disabilitas ini punya kelebihan tersendiri. Kalau kita sabar dan terus mendampingi, mereka bisa berkembang dengan baik. Jangan pernah meremehkan mereka," pungkasnya.
Kisah Agus Salim menjadi bukti bahwa semangat pantang menyerah dan kerja keras dapat mengalahkan segala keterbatasan.
Prestasinya di Peparprov Kalsel V tidak hanya membanggakan Kotabaru, tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk terus berjuang meraih mimpi. (*)
Editor : M. Ramli Arisno