Ajang olahraga bergengsi bagi atlet disabilitas ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan menjadi wadah persiapan penting menuju Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalsel, Sumansyah, menyampaikan bahwa Peparprov tahun ini dirancang sebagai ajang pembibitan dan regenerasi atlet disabilitas berprestasi di Bumi Banua.
Baca Juga: Anggaran 121 Desa di Tabalong Dipangkas Rp145 Miliar Gara-Gara Efisiensi Pemerintah Pusat
"Gelaran Peparprov ini juga menjadi persiapan kami dalam menyiapkan atlet untuk menghadapi Peparnas 2028 di Nusa Tenggara Timur," ujarnya, Jumat (21/11/2025), usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Kolam Renang Tirta Kenangan, Pelaihari.
"Kami ingin melahirkan atlet-atlet baru yang mampu membawa nama baik Kalsel," lanjutnya.
Peparprov ke-5 ini mengalami penambahan cabang olahraga (cabor) dibanding gelaran sebelumnya di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Baca Juga: Overlap Sistem Pendataan Pemko-Pertamina Diduga Jadi Biang Keladi Kelangkaan LPG 3 Kg Banjarmasin
Jika tahun lalu hanya 11 cabor, kini menjadi 12 cabor dengan tambahan cabor e-sport yang mencerminkan perkembangan zaman.
"Di HSS kemarin ada 11 cabor. Tahun ini di Tala menjadi 12 dengan tambahan cabor e-sport. Ini menunjukkan kami mengikuti perkembangan dan memberikan wadah lebih luas bagi atlet disabilitas," jelasnya.
Adapun 12 cabor yang dipertandingkan meliputi: tenis meja, catur, bulu tangkis, menembak, angkat berat, atletik, panahan, renang, judo blind, voli duduk, sepak bola cerebral palsy (CP), dan e-sport.
Baca Juga: Pergantian Tahun Baru, Rattan Inn Hadirkan Midnight of Mesopotamia
Sumansyah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pembinaan bagi NPCI di seluruh kabupaten/kota se-Kalsel.
Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci melahirkan atlet-atlet tangguh yang mampu bersaing di tingkat nasional.
"Kami ingin memberikan yang terbaik agar atlet-atlet daerah mampu berprestasi dan membawa nama Kalsel pada ajang Peparnas. Peparprov ini adalah langkah awal untuk mewujudkan itu," pungkasnya.
Penambahan cabor e-sport dalam Peparprov tahun ini dinilai sebagai langkah progresif yang memberikan kesempatan lebih luas bagi atlet disabilitas untuk berkompetisi sesuai dengan kemampuan mereka.
E-sport dipilih karena dapat diikuti oleh berbagai kategori disabilitas dan sedang berkembang pesat sebagai cabor prestasi.
Peparprov ke-5 di Tala diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan olahraga paralimpik Kalsel sekaligus ajang pencarian bibit-bibit unggul yang akan mewakili provinsi di kancah nasional tiga tahun mendatang. (*)
Editor : M. Ramli Arisno