Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Fisik Menurun Usai PORPROV & POPNAS Berdekatan, Atlet Kalsel Tetap Sumbang Medali

M Idris Jian Sidik • Kamis, 20 November 2025 | 15:13 WIB
TETAP MAKSIMAL: Para atlet Kalimantan Selatan penyumbang medali pada ajang POPNAS XVII Jakarta berpose bersama usai pertandingan. (Dispora Kalsel)
TETAP MAKSIMAL: Para atlet Kalimantan Selatan penyumbang medali pada ajang POPNAS XVII Jakarta berpose bersama usai pertandingan. (Dispora Kalsel)

BANJARMASIN – Kondisi fisik atlet Kalimantan Selatan yang dibina melalui program Sentra Pembinaan Olahraga Berprestasi Nasional (SPOBNAS) dan Sentra Pembinaan Olahraga Berprestasi Daerah (SPOBDA) sempat menjadi kekhawatiran usai tampil di event PORPROV XII Tanah Laut dan POPNAS XVII Jakarta.

Namun, meski mengalami kelelahan akibat padatnya agenda tanding yang berdekatan dengan Porprov dan Popnas, atlet-atlet Banua tetap berhasil menyumbangkan medali.

Hal ini disampaikan Kasi Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kalsel, Asfia Urrahman, saat dimintai keterangan mengenai capaian kontingen Kalsel tahun ini.

“Kita sempat ragu karena kondisi fisik mereka menurun. Porprov dan Popnas berlangsung hampir bersamaan, risikonya tinggi sekali mulai dari kelelahan hingga cedera. Tapi Alhamdulillah, mereka tetap bisa berjuang maksimal dan membawa pulang medali untuk Kalsel,” ujarnya, Kamis (20/1102025).

Asfia menyebutkkan ada lima cabang olahraga berhasil menyumbangkan medali bagi Kalsel di ajang Popnas XVII Jakarta.

“Dari angkat besi, tinju, dayung, karate dan silat, semuanya berhasil mempersembahkan medali,” jelasnya.

Tak hanya itu, capaian Kalsel pada tahun ini juga menunjukkan perkembangan signifikan. Jika pada Popnas 2019 dan 2023 Kalsel berada di peringkat 13, kini naik ke posisi 11 nasional.

“Alhamdulillah, tahun ini kita lebih baik. Peringkat 11 adalah peningkatan yang cukup menggembirakan dibanding dua gelaran sebelumnya,” kata Asfia.

Dispora Kalsel akan melakukan evaluasi besar terhadap para atlet Spobda dan Spobnas pada Desember mendatang. Evaluasi itu mencakup tes fisik serta peninjauan prestasi selama satu tahun terakhir.

“Ada standar minimal yang ditetapkan Kemenpora, yaitu kondisi fisik minimal 70% dari atlet berprestasi dunia. Tes sebelumnya rata-rata atlet kita sudah di atas 70%, bahkan ada yang mencapai 90%,” ungkap Asfia.

Hasil tes fisik dan evaluasi prestasi akan menentukan apakah atlet tetap berada di skuad binaan atau dilakukan pergantian.

“Yang paling penting itu kondisi fisik. Prestasi mengikuti. Pembinaan kita selalu fokus pada peningkatan fisik atlet,” tegasnya.

Salah satu atlet yang tampil gemilang adalah Ayu Ambarwati, penyumbang medali emas untuk Kalsel di cabang Karate nomor Kumite perorangan putri.

Ayu mengaku merasakan beratnya jadwal pertandingan yang berdekatan, namun motivasi tinggi membantu dirinya tampil optimal.

“Jujur fisik kami sempat turun karena padatnya jadwal. Tapi saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Saya ingin membawa nama Kalsel naik podium. Alhamdulillah bisa memberikan emas. Ini untuk orang tua, pelatih, dan semua yang mendukung,” ucap Ayu.

Editor : Arif Subekti
#kalimantan selatan #Kalsel #menghadapi #medali #Spobnas