BANJARMASIN - Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (Forki) Kota Banjarmasin memasuki babak baru setelah resmi menetapkan Edy Sunarto sebagai Ketua Umum periode 2025–2029.
Edy yang dilantik sejak April 2025 lalu, langsung bergerak cepat melakukan pembenahan organisasi dan percepatan regenerasi atlet untuk menghadapi agenda besar olahraga, termasuk Porprov, Pra-PON, hingga PON.
Edy menegaskan bahwa sejak awal masa jabatannya, seluruh jajaran Forki langsung mengakselerasi persiapan.
Latihan intensif diberlakukan agar atlet mencapai performa terbaik saat tampil pada ajang-ajang penting.
“Untuk menghadapi Porprov di Tanah Laut beberapa waktu lalu, kami mempersiapkan atlet sekitar lima sampai enam bulan. Latihan kami tingkatkan menjadi tiga sampai empat kali seminggu, dan mendekati hari H intensitasnya naik menjadi dua kali sehari. Jadwal libur hanya satu hari seminggu,” jelas Edy saat ditemui Senin (17/11/2025).
Menurutnya, program latihan yang ketat tersebut membuat fisik dan mental atlet benar-benar terasah.
“Mereka sudah tergembleng. Fisiknya kuat, mentalnya stabil, dan saat mendekati Porprov semuanya sudah siap.”
Edy juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pelatih yang bekerja dengan dedikasi luar biasa, meski keterbatasan anggaran.
“Pelatih kami tidak pernah berhitung soal capek atau soal ada tidaknya hasil. Bahkan tanpa kepastian honor, mereka tetap melatih demi Forki Banjarmasin. Itu yang membuat saya bangga,” ujarnya.
Setelah melihat kerja keras atlet dan pelatih yang membuahkan hasil di Porprov, Edy menegaskan bahwa Forki Banjarmasin akan memberikan apresiasi khusus.
“Nanti ada bentuk penghargaan untuk memotivasi atlet dan pelatih agar lebih bersemangat. Tujuan kami jelas: Porprov menuju Pra-PON, dan dari Pra-PON menuju PON,” ungkapnya.
Edy menilai bahwa persaingan menuju Pra-PON akan sangat ketat, baik di tingkat provinsi maupun antar-daerah.
Ia meminta atlet tetap berlatih keras dan menjaga kualitas performa.
“Mereka yang ingin mencapai puncak prestasi harus serius. Untuk bisa masuk skuat PON, atlet harus bersaing bukan hanya di Banjarmasin, tetapi juga dengan atlet dari kabupaten dan kota lain. Kami akan fokus untuk menyiapkan mereka agar bisa lolos Pra-PON dan kemudian PON,” tegasnya.
Sejak dilantik pada April 2025, Edy langsung menata ulang struktur pembinaan dan memulai program regenerasi atlet berlapis.
Ia memastikan Forki Banjarmasin tidak kehabisan talenta di masa depan.
“Kami sudah siapkan atlet usia 10 hingga 14 tahun sebagai lapis berikutnya. Para senior yang sudah berprestasi kami dorong menjadi contoh dan motivasi bagi adik-adiknya. Regenerasi ini terus berjalan—junior naik ke senior, dan junior baru kembali muncul,” tutup Edy.
Dengan komitmen ini, Forki Banjarmasin optimistis melahirkan atlet-atlet karate yang mampu bersaing di level provinsi, nasional, hingga panggung PON.
Editor : Eddy Hardiyanto