RANTAU – Baru setahun berdiri, tim sepak bola wanita Kabupaten Tapin langsung mencuri perhatian di Porprov XII Kalsel 2025.
Tanpa ekspektasi besar, skuat muda ini justru tampil garang dan pulang membawa medali perak.
Ketua ASBWI Tapin, Aminah mengaku terharu dengan pencapaian pemain binaannya yang melampaui harapan.
“Alhamdulillah, meski ASBWI Tapin baru terbentuk satu tahun, kami bisa ikut Porprov dan anak-anak tampil maksimal,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
Perjalanan menuju final tidak mudah.
Tapin menghadapi tantangan berat, salah satunya kondisi lapangan yang berubah drastis saat laga pamungkas.
“Final dipindah ke Lapangan Pertasi. Anak-anak agak kesulitan karena berbeda dengan lapangan sebelumnya. Ditambah hujan deras, mereka kurang terbiasa dengan rumput sintetis,” jelas Aminah.
Meski demikian, Tapin tetap tampil penuh determinasi.
Mental bertanding mereka terjaga hingga menit akhir, menutup laga kontra tuan rumah Tanah Laut dengan skor 1–1.
Tapin sendiri tampil konsisten sejak awal turnamen. Tiga laga pertama mereka sapu bersih dengan kemenangan meyakinkan.
Mereka menang 3–0 atas Banjarbaru, 3–0 atas Kotabaru, dan 3–0 atas Tanah Bumbu.
Pada laga terakhir, Tapin kembali bermain imbang 1–1 menghadapi Tanah Laut.
Meski sama-sama mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan, Tapin harus puas dengan medali perak karena kalah selisih gol.
Catatan Tapin tetap impresif: 10 gol dan hanya 1 kali kebobolan.
Efisiensi permainan mereka menjadi bukti kecerdikan strategi sang pelatih.
“Kunci permainan kami adalah kedisiplinan, sportivitas, dan arahan pelatih yang maksimal. Andaikan kami bisa mencetak dua gol di final, mungkin hasilnya berbeda,” ucapnya.
Kesuksesan Tapin tak lepas dari dukungan besar keluarga, sekolah, hingga pemerintah daerah.
“Dukungan keluarga luar biasa. Sekolah dan pemerintah Tapin juga sangat suportif. Semoga sepak bola wanita semakin diminati, terutama di Tapin,” harap Aminah.
Ia menegaskan Porprov 2025 harus menjadi titik bangkit sepak bola wanita Tapin.
Ke depan, ASBWI Tapin berencana memperluas pembinaan dan menambah lebih banyak tim.
“Semakin banyak anak yang tertarik, semakin besar peluang lahirnya talenta baru. Kami ingin sepak bola wanita semakin berkembang di sekolah-sekolah,” tuntasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto