Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan 2025 di Tanah Laut, tim barongsai HST sukses menyabet medali perak di nomor barongsai tradisional.
Pelatih tim, Yosua Ananta Tenardi, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa persiapan dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar dua bulan sebelum pertandingan.
“Hasilnya sangat memuaskan. Dengan waktu latihan yang singkat, kami bisa membawa pulang medali perak di ajang Porprov ini,” ujar Yosua, Rabu (5/11/2025), usai pengalungan medali di Gedung Logistik Pelaihari.
Pada nomor barongsai tradisional, HST meraih nilai 8,35, hanya terpaut tipis dari Banjarmasin yang memperoleh emas dengan nilai 8,94, sementara Tanah Laut menempati posisi ketiga dengan nilai 8,07.
Yosua yang juga menjabat sebagai Sekretaris Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kalimantan Selatan menuturkan, tim HST sebenarnya mengikuti seluruh nomor yang dipertandingkan, namun baru berhasil meraih satu medali di Porprov kali ini.
“Atlet-atlet kami masih muda dan punya potensi besar. Terutama di nomor ketangkasan dan kecepatan, karena mereka memiliki kondisi fisik yang prima,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yosua menegaskan bahwa setelah gelaran Porprov, FOBI Kalsel akan kembali melakukan safari pembinaan ke sejumlah daerah yang belum memiliki kepengurusan barongsai. Saat ini, baru terbentuk enam kabupaten/kota yang aktif membina cabang olahraga ini.
“Kami ingin memperkenalkan barongsai bukan hanya sebagai kesenian, tetapi juga olahraga yang menjanjikan prestasi hingga tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno