JAKARTA – Cabang olahraga gulat menjadi pembuka manis bagi Kontingen Kalimantan Selatan (Kalsel) di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII Tahun 2025. Pada hari pertama pertandingan yang digelar di Hall Voli PPOP Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025), tim gulat Kalsel langsung mempersembahkan dua medali.
Adalah Rifky Charisma Turun yang sukses meraih medali emas di kelas 55 kg setelah tampil dominan sejak babak penyisihan hingga final. Sementara satu medali perunggu dipersembahkan oleh Rossyaidina Turun di kelas 43 kg.
Pelatih sekaligus ofisial tim, Zulhaidir, menyambut gembira hasil tersebut. Menurutnya, capaian di hari pertama menjadi modal berharga bagi tim Kalsel untuk menjaga motivasi di laga-laga selanjutnya.
“Alhamdulillah, dari tiga kelas yang turun, satu berhasil emas dan satu perunggu. Ini hasil yang membanggakan bagi Banua dan menjadi awal positif untuk menatap pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Zulhaidir menegaskan perjuangan atlet belum selesai karena masih ada dua hari pertandingan tersisa. “Kami berharap atlet lain bisa tampil maksimal dan menambah koleksi medali untuk Kalsel,” ucapnya penuh semangat.
Ia menjelaskan, cabang gulat POPNAS XVII mempertandingkan 10 kelas, dan Kalsel ikut ambil bagian di seluruh nomor tersebut. Dukungan penuh dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel juga menjadi faktor penting dalam kesiapan tim.
“Dispora memberikan dukungan penuh sejak persiapan hingga keberangkatan. Karena itu, kami optimistis bisa menambah medali di nomor-nomor berikutnya,” jelas Zulhaidir.
Selain memberikan apresiasi kepada seluruh atlet, Zulhaidir juga secara khusus menyoroti penampilan Rifky yang tampil konsisten sejak awal.
“Rifky layak mendapat pujian. Ia mempersembahkan emas pertama bagi Kalsel di POPNAS tahun ini. Semoga semangatnya bisa menular ke rekan-rekan lain,” pungkasnya.
Dengan torehan emas dan perunggu di hari pertama, tim gulat Kalsel sukses membuka perjalanan mereka di POPNAS XVII 2025 dengan catatan gemilang dan terus menjaga asa menambah medali untuk Banua.
Editor : Arif Subekti