Ketua KONI Kota Banjarmasin, H Hermansyah, hadir langsung meninjau jalannya pertandingan sekaligus memberikan motivasi kepada para atlet.
"Hari ketiga ini sudah mulai pertandingan setelah kemarin melewati technical meeting. Kami dari KONI Kota Banjarmasin memantau langsung perkembangan atlet. Alhamdulillah, hari ini atlet kita mampu meraih satu medali emas, perak, dan perunggu," ujar Hermansyah.
Baca Juga: Kelompok Tani Kotabaru Jual 19,5 Ton Jagung ke Bulog
Pertandingan loncat indah terpaksa digelar lebih awal karena faktor teknis. Plt Kadispora Kalsel, M Fitri Hernadi, menjelaskan jadwal dimajukan agar tidak berbenturan dengan agenda nasional lain, termasuk Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) dan kegiatan pendidikan tingkat SMA/SMK yang berlangsung pada November.
"Selain itu, venue SKB Mulawarman Banjarmasin juga segera direhabilitasi. Jadi, kita majukan jadwalnya dengan koordinasi antara KONI, pengurus cabang, dan tuan rumah Porprov di Tanah Laut," jelas Fitri.
Baca Juga: Status Siaga Darurat Karhutla Kalsel Berakhir, Personel Tetap Disiagakan
Kadispora Tanah Laut, Rudi Imtihansyah, mengatakan loncat indah adalah cabor wajib Porprov, namun Kabupaten Tanah Laut tidak memiliki venue standar. Karena itu, pelaksanaan dipindahkan ke Banjarmasin.
"Banjarmasin bersedia membantu, dan dengan mempertimbangkan kondisi venue yang akan direhab, pertandingan dilaksanakan lebih awal. Dengan demikian, kewajiban penyelenggaraan cabor loncat indah tetap terpenuhi," ucap Rudi.
Meski digelar lebih awal, ketiga pihak menegaskan tidak mengurangi esensi Porprov. Justru diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet loncat indah potensial yang kelak mampu mewakili Kalimantan Selatan di level nasional hingga internasional. (*)
Editor : M. Ramli Arisno