Mereka membawa misi membanggakan daerah sekaligus membuktikan hasil latihan panjang yang dijalani.
Muhammad Padillah akan tampil dalam Seleksi POPNAS 2025 mewakili Kalsel di kelas A Remaja Putra.
Baca Juga: Bawaslu Tabalong Temukan 112 Pemilih Meninggal Masih Tercatat di DPT, Minta PDPB Lebih Akurat
Sementara M. Sandi Ananda dan Ahmad Ridha Al-Fatah dijadwalkan berangkat ke Semarang, Minggu (21/9), untuk berlaga di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX.
Keberangkatan didampingi langsung Sekretaris IPSI Balangan, Ahmad Juliansyah, bersama jajaran pelatih yang memastikan persiapan optimal secara teknis dan mental.
IPSI Balangan menegaskan komitmen mendampingi para atlet dari persiapan hingga pelaksanaan pertandingan.
Dukungan ini sejalan upaya jangka panjang pembinaan atlet pencak silat berprestasi.
"Keikutsertaan anak-anak bukan sekadar mewakili Balangan, tapi juga menjadi bukti bahwa proses pembinaan di IPSI berjalan ke arah yang positif," ujar Juliansyah, Jumat (19/9).
Kami optimistis, dengan kerja keras dan semangat juang, mereka mampu berbicara banyak di tingkat nasional," lanjutnya.
Baca Juga: Askab PSSI Tanah Laut Sanggah Pemain Sepak Bola Porprov XII Kalsel 2025, Tuduh Langgar Mutasi
Muhammad Padillah mengaku siap tampil maksimal di arena seleksi. Ia menyebut ajang ini sebagai langkah penting dalam kariernya.
"Latihan kami sudah cukup intens selama ini. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan berusaha lolos ke tahap berikutnya," katanya.
Sandi Ananda yang akan turun di POMNAS mengaku tetap menjaga ritme latihan meski jadwal keberangkatan tinggal menghitung hari.
Baca Juga: Pemko Banjarmasin Hemat Anggaran Perjalanan Dinas Pascaevaluasi APBD 2025
"Kami sudah persiapkan diri sejak jauh hari. Bagi saya, tampil di POMNAS bukan hanya soal menang, tapi juga pembuktian dari proses latihan yang panjang," ungkapnya.
Target saya tentu ingin membawa pulang hasil terbaik, tapi yang terpenting bisa memberikan penampilan yang membanggakan," ungkapnya lagi
Ia juga menyampaikan pandangan terhadap kompetitor lain. Menurutnya, semua peserta memiliki peluang sama, namun kesiapan saat bertanding yang paling menentukan.
"Setiap daerah pasti punya andalan masing-masing. Tapi yang paling menentukan adalah kesiapan saat bertanding. Saya memilih untuk tetap tenang dan fokus," ujarnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno