Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lestarikan Seni Bela Diri Tradisional, Anggota DPRD HSU Gelar Event Bakuntau

M Akbar Radar Banjarmasin • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 10:21 WIB
MEMUKAU: Atraksi dua pemain Bakuntau menghibur warga Desa Pakacangan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
MEMUKAU: Atraksi dua pemain Bakuntau menghibur warga Desa Pakacangan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

AMUNTAI – Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, digelar seni bela diri tradisional Bakuntau di Desa Pakacangan, Kecamatan Amuntai Utara.

Kegiatan ini diinisiasi Anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Junaidi dari Fraksi PKB.
Acara mendapat sambutan positif masyarakat.

Ratusan warga antusias menyaksikan penampilan para pendekar Bakuntau yang memperlihatkan gerakan silat khas Banua, sejak pagi hingga siang hari.

Junaidi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme.

Dengan tujuan ingin generasi muda tidak hanya mengenal kemerdekaan sebagai sejarah bangsa, tetapi juga bisa mencintai warisan budaya daerah. “Seni Bakuntau ini adalah identitas Banua yang harus kita jaga bersama, agar tidak punah ditelan zaman,” ujarnya pada media ini, Selasa (19/8).

Bupati Hulu Sungai Utara, H. Syahrujani, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan seni bela diri Bakuntau. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif Anggota DPRD HSU, saudara Junaidi, dalam menggelar seni Bakuntau ini,” pujinya.

Menurutnya, tradisi dan budaya daerah adalah kekayaan yang tidak ternilai. Melalui momentum HUT RI ke-80 ini. “Mari kita jadikan seni dan budaya sebagai sarana memperkokoh persatuan, menumbuhkan rasa bangga, serta menanamkan semangat cinta tanah air,” pesannya.

Tokoh masyarakat H. Susliansyah menyebut kegiatan ini sangat positif, terutama untuk generasi muda. “Kami bangga tradisi Bakuntau kembali dipertontonkan dalam perayaan kemerdekaan. Ini bukan hanya hiburan, tapi sarana pembelajaran tentang nilai keberanian, sportivitas, dan kebersamaan,” katanya.

Seorang pelajar Amuntai, Fiqri Hidayat (17), juga mengaku senang bisa menyaksikan langsung seni bela diri tradisional tersebut. “Biasanya hanya mendengar cerita dari orang tua, sekarang bisa melihat sendiri. Semoga tradisi ini terus dilestarikan agar anak muda tidak kehilangan identitas budaya,” tuturnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#bela diri #tradisional #Kuntau