Pelajar MTsN 3 Tapin ini menjadi sorotan karena merupakan putra dari H Rihans Variza, rally driver asal Tapin pertama yang meraih juara nasional dan pernah berkompetisi di level Asia. Kini, estafet balapan mulai beralih ke generasi muda.
"Ini ajang pertama Aa Muhammad. Kita ingin dia belajar langsung dari arena, bukan hanya dari cerita," ujar Rahman Nor Wahyudi kepada Radar Banjarmasin, Kamis (17/7/2025).
Berbeda dengan sang ayah yang selalu menargetkan podium, Muhammad datang tanpa beban berat. Ia hanya fokus pada pembelajaran dan pengalaman pertama di dunia rally profesional.
H Rihans Variza memilih mundur dari kompetisi sepanjang musim 2025 untuk berperan sebagai mentor bagi sang anak. Latihan intensif telah dijalani Muhammad menggunakan mobil Rally3 Ford Fiesta, mulai dari teknik handling, membaca tikungan, hingga mengatur emosi di trek berdebu.
"Latihan bukan cuma soal kecepatan. Ayahnya juga ajari bagaimana tetap tenang, bagaimana fokus di tengah tekanan," ungkap Rahman.
Putra sulung dari pasangan H Rihans Variza dan Hj Selia Fiantri ini tumbuh dalam lingkungan otomotif. Selain aktif di dunia balap, Muhammad juga menunjukkan jiwa kepemimpinan sebagai Ketua OSIM di MTsN 3 Tapin.
"Yang penting dia menikmati balapan. Karena dari situ lah cinta dan respek terhadap dunia rally bisa tumbuh," lanjut Rahman.
Cucu dari H Muhammad Zaini Mahdi dan Hj Iva Wiendri Sulvana ini tumbuh dalam nuansa religius dan disiplin, yang diyakini menjadi fondasi kuat dalam kariernya di dunia otomotif.
"Sirkuit Hidzie akan menjadi tempatnya menguji mental. Ini bukan soal menang atau kalah, tapi soal langkah awal," pungkas Rahman.
Debut Muhammad di Kejurda Sprint Rally ini menjadi bukti bahwa regenerasi atlet otomotif Kalimantan Selatan mulai tumbuh, dengan harapan dapat melanjutkan prestasi sang ayah di kancah nasional.
Editor : M. Ramli Arisno