Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Stadion 17 Mei Diusulkan Bertambah Nama Sulaiman HB, Hasnur Tegaskan Masih Menunggu Restu Ini

M Oscar Fraby • Minggu, 22 Juni 2025 | 21:39 WIB
MAIN BOLA: Stadion 17 Mei Banjarmasin telah diusulkan bertambah nama Sulaiman HB. (Foto: Dokumen Radar Banjarmasin)
MAIN BOLA: Stadion 17 Mei Banjarmasin telah diusulkan bertambah nama Sulaiman HB. (Foto: Dokumen Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN – Usulan penggantian nama Stadion 17 Mei Banjarmasin telah mengemuka.

Namanya mau ditambahkan menjadi Stadion 17 Mei Sulaiman HB.

Usulan itu disampaikan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK dengan alasan sebagai bentuk penghargaan terhadap almarhum HA Sulaiman HB yang berjasa besar dalam dunia olahraga di Kalsel.

Supian HK menyebut pembahasan terkait perubahan nama stadion ini sudah masuk dalam agenda Komisi IV DPRD, dan disepakati secara internal.

“Wacana di Komisi IV sudah kita ketok waktu itu. Namanya 17 Mei Sulaiman HB,” beber Supian HK.

Seperti diketahui, Haji Leman—panggilan akrab Sulaiman HB—dikenal sebagai tokoh besar dalam dunia sepak bola Banua.

Ia merupakan pendiri dan pemilik klub Barito Putera.

Tak hanya bola, cabang olahraga lain pun tak luput menjadi perhatiannya.

Ia pernah menjadi Ketua Umum KONI Kalsel.

Tak hanya olahraga, Sulaiman HB juga dikenal sebagai pengusaha sukses dan tokoh masyarakat yang banyak berkontribusi dalam pembangunan sosial, keagamaan, dan kepemudaan di Kalsel.

Almarhum juga adalah tokoh politik yang pernah mewakili Kalsel di DPR RI melalui partai Golkar.

Bagi Supian HK, jasa Sulaiman HB di Kalsel tak terhitung.

Tak hanya mengharumkan di bidang olahraga, juga di bidang lain seperti pemerintahan.

“Faktor-faktor tersebut menjadikan alasan kami (DPRD Kalsel, red) untuk menambahkan nama beliau di belakang nama Stadion 17 Mei. Terlebih sangat banyak jasa dan mengharumkan bidang olahraga di sepak bola,” tutur Supian HK.

Meski begitu, ia menegaskan usulan pergantian nama stadion tetap perlu mendapat restu dan persetujuan dari keluarga almarhum.

“Semua kembali kepada pihak keluarga. Ini sebagai bentuk penghargaan terhadap almarhum,” ujarnya.

Sebagai anak, Hasnuryaadi Sulaiman menyatakan akan mendiskusikannya secara internal bersama keluarga besar.

“Sebelumnya saya ucapkan terima kasih apresiasi dan penghargaan ini. Namun, kami perlu diskusikan bersama keluarga,” ujar Wakil Gubernur Kalsel itu.

Di sisi lain, sebutnya, lebih penting dari sekadar perubahan nama adalah bagaimana Stadion 17 Mei Banjarmasin benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Apapun itu, selama untuk kebaikan masyarakat dan Kalsel, tentu kami sangat mendukung. Tapi yang paling penting bukan soal namanya, melainkan bagaimana sarananya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Hasnur menyoroti kondisi Stadion 17 Mei Banjarmasin yang hingga kini belum dimaksimalkan penggunaannya.

Ia berharap fasilitas tersebut bisa segera difungsikan kembali demi mendukung aktivitas olahraga di Banua.

“Sekarang Stadion 17 Mei belum dimanfaatkan. Itu yang seharusnya menjadi perhatian bersama,” harapnya.

Seperti diketahui, sejak dilakukan renovasi besar-besaran sejak tahun 2019 lalu, sampai ini Stadion 17 Mei Banjarmasin tak kunjung selesai.

Kabarnya akan kembali dipakai PS Barito Putera yang akan berlaga di Liga 2.

Barito turun kasta alias degradasi gara-gara hanya mampu berada di urutan dua paling bawah Liga 1 musim tadi.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#banjarmasin #Stadion 17 Mei #Sulaiman HB #hasnuryadi sulaiman #Barito Putera