YOGYAKARTA – Menggabungkan latihan dan eksplorasi, tim Triathlon Kalimantan Selatan bersama komunitas sepeda menaklukkan dua rute ikonik Yogyakarta dalam rangkaian latihan lintas alam yang digelar Jumat–Sabtu (30–31 Mei 2025).
Hari pertama, para atlet dan pesepeda mengayuh sejauh 54 kilometer melintasi kawasan Manoreh View. Jalur ini menyuguhkan panorama alam perpaduan perkampungan, persawahan yang menguning, serta udara sejuk khas dataran tinggi.
Tak hanya menantang secara fisik, rute ini juga menyegarkan mental dan pikiran. “Treknya tidak terlalu menanjak, banyak jalan tembus, dan yang paling menarik itu udara sejuknya sangat cocok untuk latihan endurance,” kata Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalsel, Budiono.
Baca Juga: Sepasang Laki dan Perempuan Ditangkap, Resnarkoba Polresta Banjarmasin Sita 98 Gram Sabu
Manoreh, yang dikenal sebagai trek favorit pesepeda selebritas, dipilih karena berbeda karakteristiknya dari jalur latihan di Kalimantan Selatan. Latihan ini pun menjadi bentuk adaptasi medan sebelum menghadapi kejuaraan nasional.
Tak puas dengan satu tantangan, hari kedua mereka melanjutkan ke jalur yang lebih ekstrem—rute Gunung Merapi. Sepanjang 70 kilometer, para atlet menghadapi tanjakan curam, tikungan tajam, dan suhu yang berubah-ubah. “Rute Merapi benar-benar menantang. Ini uji daya tahan yang sesungguhnya. Sangat cocok bagi atlet profesional,” lanjut Budiono.
Salah satu atlet Triathlon Kalsel, Suhaib, mengaku latihan ini mengasah insting dan strategi selama bersepeda. “Karena tidak mengenal jalur, kita jadi harus cepat beradaptasi. Kapan harus ngegas, kapan harus menahan tenaga. Benar-benar pengalaman luar biasa,” ujarnya.
Baca Juga: Empat Kandidat Pengganti Haji Asoy di Kursi Ketua DPRD HST, Siapa Paling Kuat?
Latihan bersama ini tak hanya meningkatkan daya tahan dan kekompakan tim, tapi juga menjadi persiapan menuju Kejuaraan Nasional Triathlon Series 3 yang akan digelar di Kalimantan Selatan pada Juli 2025.
Editor : Muhammad Rizky