Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pelaksanaan Porprov XII Kalsel 2025 Semakin Mepet, Panitia Lokal Harus Mempercepat Persiapan Venue dan Hal Teknis Lainnya

M Idris Jian Sidik • Kamis, 29 Mei 2025 | 09:37 WIB
HARUS CEPAT:Ketua Tim Pengarah Porprov XII Kalsel 2025,, Gusti Perdana Kesuma saat memimpin rapat koordinasi tim keabsahan dan perwakilan cabor di Sekretariat KONI Kalsel.(Foto:M Idris)
HARUS CEPAT:Ketua Tim Pengarah Porprov XII Kalsel 2025,, Gusti Perdana Kesuma saat memimpin rapat koordinasi tim keabsahan dan perwakilan cabor di Sekretariat KONI Kalsel.(Foto:M Idris)

BANJARMASIN – Komite Olahraga Nasional Indonesia Kalimantan Selatan (KONI Kalsel) menggelar rapat koordinasi bersama Tim Pengarah dan Tim Keabsahan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalsel 2025 di Ruang Rapat KONI Kalsel, beberapa waktu lalu.

Rapat ini turut dihadiri para Technical Delegate (TD) dari sejumlah cabang olahraga peserta Porprov.

Ketua Tim Pengarah Porprov XII 2025, Gusti Perdana Kesuma menjelaskan sejumlah poin penting yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut.

Di antaranya adalah keterlambatan dalam penyusunan dan pemutakhiran pedoman teknis atau Technical Hand Book (THB) dari cabang olahraga, serta minimnya progres dari penyusunan jadwal pertandingan dan kesiapan venue.

“Kita memang sudah cukup terlambat dalam menyusun THB dari beberapa cabang olahraga. Padahal ini krusial untuk verifikasi KONI. Misalnya, cabang seperti futsal, loncat indah, hingga paralayang hingga kini belum menyerahkan THB mereka,” ujar Gusti, Kamis (29/5/2025).

Selain THB, sebagian venue yang akan digunakan masih dalam kondisi belum siap sepenuhnya.

Meskipun secara fisik beberapa sudah ada, namun perlu penataan dan pembenahan agar layak digunakan saat Porprov berlangsung.

Selain masalah teknis pertandingan, tim keabsahan juga membahas kriteria verifikasi untuk memastikan legalitas para atlet yang akan berlaga.

Menurut Gusti Perdana Kesuma, proses ini melibatkan beberapa dokumen penting seperti KTP, kartu keluarga, hingga domisili yang sah.

“Contoh kasusnya, ada atlet yang lama berlatih di Banjarbaru namun KTP-nya masih dari daerah lain. Ini yang menjadi bahan diskusi, dan tim keabsahan sedang mencari solusi terbaik,” jelasnya.

Rapat juga menyinggung permasalahan anggaran, khususnya terkait pencetakan Kartu Tanda Atlet (KTA) dan pengadaan kostum.

Hingga kini, beberapa anggaran untuk hal tersebut masih terkendala, bahkan ada yang dicoret dari daftar oleh Dispora.

“Kita akui, banyak keterbatasan. Tapi, saran dari TD tetap kita catat, terutama agar pelaksanaan Porprov ini bisa berlangsung maksimal,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, tim pengarah berencana akan melakukan peninjauan ulang terhadap beberapa venue yang dinilai masih belum siap.

Harapannya, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut sebagai tuan rumah bisa bergerak cepat melakukan perbaikan.

“Kami berharap panitia lokal bisa lebih maksimal dalam mempercepat persiapan venue dan hal-hal teknis lainnya, karena waktu semakin mepet,” pungkas Gusti.

Editor : Fauzan Ridhani
#cabang olahraga #banjarmasin #Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) #kabupaten tanah laut #KONI Kalsel