Dengan koleksi 31 poin dan menempati posisi ke-17, Barito Putera masih memiliki peluang tipis bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Namun, skenario keselamatan membutuhkan kombinasi hasil yang sempurna.
"Menjelang pertandingan terakhir antara Barito Putera versus PSIS Semarang, diharapkan Barito bisa meraih tiga poin penuh. Artinya, Barito Putera harus menang," kata pemerhati sepak bola Banua, H. Hamzah Noor, Rabu (22/5).
Baca Juga: Menaker Terbitkan SE Larangan Tahan Ijazah Pekerja, Banjarbaru Siap Awasi Pengusaha
Kemenangan Barito saja tidak cukup untuk memastikan keselamatan. Dua laga lain yang melibatkan pesaing langsung dalam perebutan zona aman juga menentukan nasib tim berjuluk Laskar Antasari ini.
"Kita harapkan Arema FC bisa mengalahkan Semen Padang, lalu Madura United dan PSS Sleman bermain imbang," jelas Hamzah Noor mengenai skenario ideal yang diperlukan.
Apabila ketiga hasil tersebut terwujud, Barito Putera berpeluang melesat dari posisi 17 dan mempertahankan status di Liga 1. Dukungan massive dari ribuan pendukung Laskar Antasari, baik langsung maupun melalui media sosial, menjadi motivasi tambahan bagi tim.
Baca Juga: Perusahaan Penyimpanan Uang di Banjarmasin Terbakar Saat Salat Jumat, Lokasinya Di Sini
"Masih ada secercah harapan bagi Barito Putera hari Sabtu, 24 Mei 2025. Untuk para pemain Barito Putera, menang adalah harga mati!" tegas Hamzah Noor.
Kini, nasib Barito Putera di Liga 1 bergantung pada 90 menit terakhir musim ini. Laga kontra PSIS Semarang bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertaruhan masa depan klub asal Kalimantan Selatan di kompetisi elite Indonesia.
Editor : M. Ramli Arisno