Memasuki edisi ke-9, ajang ini dijadwalkan berlangsung pada Juli 2025 dan akan menghadirkan ratusan pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia.
Persiapan pelaksanaan ajang ini mulai dimatangkan dalam sesi ekspos kegiatan yang digelar di Swiss-Belhotel Banjarmasin, Selasa (20/5/2025).
Dalam pemaparannya, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Kalimantan Selatan yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Syarifuddin, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini akan dimulai dari titik nol Kilometer di Kota Banjarmasin.
“Pada penyelenggaraan tahun lalu, kita kedatangan peserta dari 15 provinsi. Tahun ini, kami optimistis jumlah itu bisa meningkat, sehingga gaung Tour de Loksado makin terasa di tingkat nasional,” ujar Syarifuddin.
Ia menjelaskan, pemilihan bulan Juli sebagai waktu pelaksanaan dilakukan dengan pertimbangan agar tidak bersinggungan dengan agenda besar lain yang dapat mengurangi partisipasi.
“Kita ingin peserta fokus ke Kalimantan Selatan. Ini juga momen penting memperkenalkan Geopark Meratus sebagai destinasi wisata unggulan,” tambahnya.
Adapun rute yang akan dilalui para peserta mencakup lima wilayah strategis, yakni Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, hingga berakhir di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Tour de Loksado bukan hanya sekadar ajang kompetisi sepeda, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam mengangkat potensi sport tourism dan memperkenalkan keindahan alam serta budaya lokal Kalimantan Selatan, khususnya kawasan Pegunungan Meratus, ke panggung nasional.
Dengan ekspektasi peserta yang lebih besar dan persiapan yang semakin matang, Tour de Loksado 2025 diharapkan menjadi salah satu event wisata olahraga terbaik di Indonesia tahun ini.
Editor : Sutrisno