Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Riska Nur Amanda Sumbang Perunggu di Kejurnas Angkat Besi Senior 2025 Meski Baru Pulih 85%

M Idris Jian Sidik • Senin, 19 Mei 2025 | 10:14 WIB
Riska Nur Amanda saat naik podium di Kejurnas Angkat Besi Senior 2025 di GOR UNY Yogyakarta. Meski belum pulih 100%, ia sukses raih medali perunggu untuk Kalimantan Selatan.(dok PABSI Kalsel)
Riska Nur Amanda saat naik podium di Kejurnas Angkat Besi Senior 2025 di GOR UNY Yogyakarta. Meski belum pulih 100%, ia sukses raih medali perunggu untuk Kalimantan Selatan.(dok PABSI Kalsel)

YOGYAKARTA – Atlet angkat besi andalan Kalimantan Selatan, Riska Nur Amanda, sukses menyumbangkan medali perunggu dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Senior 2025 yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 13–17 Mei 2025 lalu.

Riska tampil di kelas 48 kg yang merupakan kelas baru sesuai dengan regulasi International Weightlifting Federation (IWF), dan akan digunakan pada ajang Pra-PON mendatang.

Meskipun baru pulih sekitar 85% pasca menjalani operasi sebelum persiapan menuju PON Aceh, Riska tetap menunjukkan performa solid di atas panggung.

"Alhamdulillah, aman karena Riska tidak dipaksa untuk mengeluarkan 100% power.

Hanya di kisaran 85%, untuk menjaga kondisi," ungkap pelatih angkat besi Kalsel, Mudjianto.

Dalam kelas 48 kg tersebut, medali emas diraih Luluk Diana Tri dari Jawa Timur, sementara medali perak dibawa pulang Adelia Prasasti asal Lampung.

Riska, yang masih dalam tahap pemulihan, tetap berhasil mengamankan posisi podium dengan perunggu, sebuah pencapaian yang menunjukkan semangat juang tinggi.

Selain Riska, Kalsel juga menurunkan beberapa lifter lain. Alvina Damayanti berada di peringkat keempat kelas 53 kg, disusul Siti Maisaroh Nachzar yang juga finish di posisi keempat untuk kelas 58 kg.

Atlet junior potensial, Rafik Al Buchori, finis di peringkat keenam kelas 65 kg.

Rafik sendiri merupakan atlet kelahiran 2007, yang kini masih duduk di bangku SMAN 2 KKO dan terus diasah ke jenjang senior melalui ajang-ajang nasional.

“Para atlet kita menunjukkan daya saing yang positif. Meski belum semuanya podium, pengalaman ini sangat penting sebagai bagian dari pembentukan mental bertanding menjelang Pra-PON,” tambah Mudjianto.

Keikutsertaan para lifter Kalsel di Kejurnas kali ini menjadi tolok ukur awal jelang pesta olahraga nasional di Aceh-Sumut.

Harapannya, dengan persiapan matang dan pemulihan penuh para atlet, Kalsel dapat tampil kompetitif dan mencetak prestasi lebih tinggi lagi di ajang Pra-PON nanti.

Editor : Arif Subekti
#kalimantan selatan #Lifter #yogyakarta #senior #perunggu