Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bonus Miliaran Rupiah Dibagikan untuk Atlet Kalsel yang Berprestasi

M Idris Jian Sidik • Jumat, 16 Mei 2025 | 16:50 WIB
SIMBOLIS: Plt Kadispora Kalsel, Fitri Hernadi secara simbolis menyerahkan bonus kepada atlet peraih medali PON dan Peparnas 2024 saat pembukaan POPDA Kalsel 2025 di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin, Sen
SIMBOLIS: Plt Kadispora Kalsel, Fitri Hernadi secara simbolis menyerahkan bonus kepada atlet peraih medali PON dan Peparnas 2024 saat pembukaan POPDA Kalsel 2025 di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin, Sen

BANJARMASIN – Kegembiraan mewarnai pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Selatan 2025 di GOR Hasanuddin HM, Senin (12/5).

Di tengah semarak acara, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi menyerahkan bonus bagi para atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumut dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) di Solo, tahun 2024 lalu.

Penyerahan bonus ini menjadi bentuk apresiasi nyata atas perjuangan para atlet dan pelatih yang telah memberikan kontribusi prestasi untuk Banua.

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Fitri Hernadi mengungkapkan, total bonus yang diserahkan untuk atlet peraih medali di PON 2024 mencapai Rp20 miliar lebih. Sementara bonus untuk para juara Peparnas lebih dari Rp42 miliar.

“Untuk PON, Kalsel berhasil meraih 15 medali emas, 15 perak, dan 26 perunggu. Posisi kita di peringkat 15 dari 39 provinsi, dengan total bonus Rp20.016.088.379,” ungkap Fitri.

Sementara di ajang Peparnas, lanjutnya, prestasi Kalsel jauh lebih membanggakan dengan 24 emas, 43 perak, dan 59 perunggu, sehingga menempatkan Kalsel di posisi ke-7 dari 34 provinsi. "Bonus yang kami serahkan untuk Peparnas mencapai Rp42.322.364.214," jelasnya.

Fitri merinci, untuk peraih medali perorangan, masing-masing atlet menerima Rp350 juta untuk medali emas, sedangkan medali perak Rp150 juta dan medali perunggu Rp100 juta. “Jumlah tersebut sudah dalam bentuk bersih, setelah dipotong pajak. Untuk kategori beregu tentu jumlahnya dibagi sesuai jumlah personel tim,” jelasnya.

Tak hanya atlet, pelatih dan asisten pelatih juga mendapat penghargaan dalam bentuk bonus. Pelatih utama menerima 50 persen dari nominal bonus atlet, sedangkan asisten pelatih mendapat 25 persen.

Namun, Fitri menyampaikan bahwa belum seluruh atlet menerima bonus karena beberapa di antaranya masih berada di pelatnas dan belum bisa menandatangani bukti penerimaan.

"Penyerahan tidak bisa diwakilkan, sehingga bagi atlet yang sedang berada di pelatnas, kami menunggu mereka hadir langsung untuk penandatanganan sebelum proses transfer dilakukan,” ujarnya.

Bonus tersebut akan langsung dikirim ke rekening masing-masing atlet yang telah diverifikasi. “Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi semua atlet untuk terus meningkatkan prestasi dan membanggakan Kalsel di kancah nasional bahkan internasional,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalsel, Bandi Chairullah, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemprov Kalsel. Ia menyebut, perhatian pemerintah ini sangat berarti, khususnya bagi cabang olahraga yang baru berkembang seperti arung jeram.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang telah memberikan apresiasi kepada kami,” ucap Bandi.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#PON #banjarmasin #Popda #atlet