"Proses entry by number atlet masih berjalan melalui KONI di masing-masing kabupaten/kota. Kami berharap partisipasi aktif dari semua daerah agar cabang dayung bisa berlangsung meriah dan kompetitif," jelas Ketua PODSI Kalsel, Donny Achdiat Sugian.
Dari total 39 nomor yang akan dipertandingkan, 30 nomor berasal dari kategori canoeing dengan tiga jarak tempuh: 200 meter, 500 meter, dan 1.000 meter. Sementara sembilan nomor sisanya merupakan nomor dragon boat yang terbagi dalam kategori putra, putri, dan campuran (mix).
Baca Juga: Perketat Aturan Main, Popda Kalsel 2025 Saring Atlet Lewat Verifikasi Digital
Donny mengakui bahwa jumlah nomor yang dipertandingkan sebenarnya bisa lebih banyak, namun keterbatasan alat dan fasilitas menjadi pertimbangan utama pembatasan ini.
"Di tingkat nasional, ada lebih dari 50 nomor yang bisa dipertandingkan. Namun, di level provinsi, kami harus menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan peralatan yang tersedia," ungkapnya.
Rapat anggota ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerja PODSI Kalsel tahun 2024, termasuk evaluasi hasil partisipasi atlet di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh–Sumut. Hasil evaluasi ini menjadi fondasi penting untuk menyusun strategi persiapan menuju PON mendatang.
Baca Juga: Megawati Hangestri Ngamuk Saat Live Tiktok, Netizen Kena Semprot : Pakai Otak Kalian !!!
Pertemuan dihadiri oleh perwakilan dari 10 kabupaten/kota, dengan tiga daerah tidak hadir, yaitu Hulu Sungai Tengah, Tapin, dan Tabalong. Kabupaten Tanah Laut selaku tuan rumah turut memaparkan kesiapan mereka sebagai penyelenggara Porprov, khususnya terkait penyediaan venue dan fasilitas lomba dayung.
"Kami ingin Porprov ini menjadi sarana lahirnya atlet-atlet potensial yang bisa mewakili Kalsel di PON dan kejuaraan tingkat nasional lainnya," pungkas Donny.
Dengan penetapan jumlah nomor ini, PODSI Kalsel berharap ajang Porprov tidak sekadar menjadi arena kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan jangka panjang atlet dayung Kalsel untuk menjaring bibit unggul menuju pentas nasional.
Editor : M. Ramli Arisno