BANJARBARU – Gelaran perdana Sylva Karate Tradisional Cup 2025 resmi diumumkan pada Selasa (6/5/2025) sore di Halaman Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru.
Kejuaraan karate tradisional ini akan berlangsung pada 10–11 Mei 2025, memperebutkan Piala Ikatan Alumni Fakultas Kehutanan (IKA FAHUTAN) ULM.
Sebanyak 166 karateka pelajar dari 19 dojo di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) telah mendaftarkan diri.
Para karateka yang ikutan ajang ini didominasi pelajar SD, selebihnya dari jenjang SMP dan SMA.
Ketua IKA FAHUTAN ULM, Muhammad Helmi menyampaikan turnamen ini merupakan wujud kontribusi alumni kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Karate bukan hanya soal olahraga, tapi juga pembinaan karakter. Kami ingin menanamkan semangat disiplin dan sportivitas sejak dini,” ujar Helmi.
Ia berharap kejuaraan ini menjadi awal dari pembinaan jangka panjang karate tradisional di Banua.
Tak hanya fokus pada olahraga, kegiatan ini juga diramaikan pelaku UMKM serta wirausahawan muda.
“Kalau tahun ini sukses, tahun depan kita rencanakan penambahan cabang olahraga lain, termasuk fun run dan lomba fotografi bertema lingkungan,” tambahnya.
Ketua Panitia, Erwan Januardi menjelaskan meski undangan telah disebar secara nasional, sebagian besar peserta berasal dari Kalsel dan Kalteng, karena waktu yang terbatas dan jadwal kejuaraan lain yang berdekatan.
“Kompetisi kali ini fokus pada kategori perorangan dan kata beregu. Kami tidak menyertakan tiga dari tujuh kelas tradisional untuk mengurangi risiko cedera, dan kelas senior belum dipertandingkan tahun ini,” terangnya.
Panitia telah menyiapkan medali, piagam, serta uang pembinaan untuk para juara umum. Meskipun nominalnya tidak besar, hadiah tersebut diharapkan dapat membantu pembinaan dojo masing-masing.
“Ini adalah kejuaraan pertama yang kami selenggarakan bersama IKA FAHUTAN. Kami berharap ini menjadi agenda tahunan dan terus mendapat dukungan,” ungkap Erwan.
Menurutnya, persiapan teknis telah rampung 90 persen, menyisakan pemasangan tenda dan area pertandingan yang dijadwalkan Jumat mendatang.
Karate tradisional di Kalimantan Selatan sendiri telah menunjukkan konsistensi prestasi sejak 2008.
Bahkan, sejumlah wasit dan juri yang bertugas pada kejuaraan ini sudah mengantongi lisensi nasional dan internasional, termasuk di antaranya peraih gelar juara Asia dan dunia.
“Dengan kolaborasi seperti ini, kami yakin karate tradisional bisa terus berkembang, dan jalinan antar alumni semakin erat,” tutup Erwan.
Editor : Fauzan Ridhani