Ketua Umum Muaythai Indonesia (MI) Kalimantan Selatan, Aftahudin, mengingatkan seluruh atlet untuk tidak cepat berpuas diri atas pencapaian yang telah diraih selama tiga hari pertandingan.
"Semua atlet telah menunjukkan penampilan terbaik mereka. Namun, ini baru permulaan. Jangan berpuas diri, karena tantangan sebenarnya ada di Porprov nanti," ujar Aftahudin, Selasa (29/4/2025).
Baca Juga: Atlet Muaythai Tabalong Lampaui Target, Boyong 9 Medali di Kejurprov Kalsel
Ia menegaskan bahwa Kejurprov ini menjadi langkah awal menuju tantangan yang lebih besar, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan digelar di Tanah Laut pada Oktober mendatang.
Lebih lanjut, Aftahudin menekankan pentingnya evaluasi dan peningkatan kualitas. Ia berencana mendatangkan tenaga profesional dari luar daerah untuk memperkuat kapasitas pelatih, wasit, dan juri.
"Pemahaman yang mendalam terhadap teknik dan aturan pertandingan, terutama soal pukulan sah, sangat penting. Penilaian objektif harus terus dijaga untuk menjunjung tinggi sportivitas," tambahnya.
Baca Juga: Polda Kalsel Bongkar Kasus Narkoba Lintas Pulau, Menangkap Miming Masih jadi PR
Selama pemantauan di arena, Aftahudin menilai kekuatan antar daerah cukup merata. Oleh karena itu, ia mendorong pembinaan atlet secara menyeluruh agar seluruh kontingen tampil lebih siap dan kompetitif pada Porprov nanti.
Kejurprov Muaythai 2025 diikuti oleh 179 atlet dari 12 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Kotabaru menjadi satu-satunya daerah yang tidak mengirimkan wakil dalam kejuaraan ini.
Dalam hasil akhir, kontingen Banjarmasin keluar sebagai juara umum dengan perolehan 18 medali, terdiri dari 9 emas, 4 perak, dan 5 perunggu. Posisi kedua ditempati Tanah Laut dengan 2 emas, 4 perak, dan 1 perunggu (7 medali), diikuti Tanah Bumbu di tempat ketiga dengan 2 emas, 3 perak, dan 1 perunggu (6 medali).
Baca Juga: ULM Buka Kampus di SMPN 17 HST, Bupati: Ini Untuk Permudah Akses Pendidikan Tinggi
Sementara itu, Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan sama-sama mengumpulkan 6 medali, masing-masing dengan rincian berbeda. HST meraih 1 emas, 2 perak, 3 perunggu, sedangkan HSS memperoleh 1 emas, 1 perak, dan 4 perunggu.
Daerah lainnya yang juga meraih medali emas adalah Banjar (1), Banjarbaru (1), dan Barito Kuala (1). Adapun Tabalong meraih 2 perak dan 1 perunggu, sementara Balangan dan Hulu Sungai Utara masing-masing membawa pulang 3 medali perunggu.
Dengan berakhirnya Kejurprov ini, para atlet diharapkan dapat meningkatkan intensitas latihan dan memperbaiki kekurangan, guna menyongsong Porprov 2025 dengan persiapan yang lebih matang.
Editor : M. Ramli Arisno