Ajang ini menjadi panggung bergengsi bagi para petarung muda di Kalsel, dengan total 129 fighter dari 12 kabupaten/kota yang berpartisipasi selama dua hari penuh pertandingan sengit.
Ketua IBCA MMA Kalimantan Selatan, Okta Tri Nurhidayat, menilai kejuaraan ini sebagai momentum penting dalam pengembangan olahraga MMA di Banua.
"Kami sangat bangga dengan antusiasme para atlet. Ini menunjukkan perkembangan positif dan minat tinggi terhadap MMA di Kalimantan Selatan," ujarnya.
Setelah melewati berbagai laga ketat di sejumlah kategori, IBCA MMA Banjarbaru akhirnya dinobatkan sebagai juara umum dengan perolehan medali terbanyak.
Para petarung dari Banjarbaru tampil dominan dan berhasil mengamankan posisi teratas dalam beberapa kelas pertandingan.
Prestasi gemilang ini membuktikan bahwa Banjarbaru memiliki atlet-atlet berbakat yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.
Okta mengapresiasi semangat juang para peserta dan berharap kejuaraan ini dapat terus berkembang di masa mendatang.
"Kami berharap ajang ini bisa melahirkan atlet-atlet berbakat yang siap berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional," pungkasnya.
Kejuaraan ini menjadi bukti bahwa MMA semakin diminati di Kalimantan Selatan dan memiliki potensi besar untuk berkembang lebih luas.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan Kejurprov IBCA MMA 2025, diharapkan akan semakin banyak turnamen yang digelar untuk membina talenta muda di dunia bela diri campuran.
Editor : Sutrisno