Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

PBSI Kalsel Gelar Musyawarah Kerja Provinsi, Bahas Persiapan Porprov XII

M Idris Jian Sidik • Jumat, 31 Januari 2025 | 15:39 WIB

UNGGULAN: Pertandingan bulutangkis kategori beregu dalam ajang Porprov XII Tanah Laut 2025 yang menjadi salah satu cabang olahraga unggulan.
UNGGULAN: Pertandingan bulutangkis kategori beregu dalam ajang Porprov XII Tanah Laut 2025 yang menjadi salah satu cabang olahraga unggulan.
BANJARMASIN - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Musyawarah Kerja Provinsi pada Sabtu (25/1/2025) lalu di Swiss-Belhotel, Banjarmasin.

Salah satu agenda utama dalam musyawarah ini adalah perumusan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Tanah Laut 2025, termasuk pembahasan mengenai pembatasan usia atlet serta format pertandingan.

Ketua Harian PBSI Kalsel, Edy Sukarno, menyampaikan bahwa salah satu topik penting yang dibahas dalam musyawarah ini adalah penentuan batasan usia atlet yang berhak mengikuti Porprov.

Baca Juga: Kejurprov MMA Perdana di Kalsel, 129 Atlet Ikuti Pertandingan di Banjarmasin

"Program yang kami bahas dalam musyawarah ini mencakup beberapa agenda penting, termasuk pembatasan usia atlet yang akan bertanding di Porprov nantinya," ungkap Edy Sukarno, Jumat (31/1/2025) siang.

Selain itu, PBSI Kalsel juga mempertimbangkan perubahan format nomor pertandingan, khususnya dalam kategori beregu.

Jika sebelumnya mempertandingkan beregu putra dan beregu putri, kini ada wacana untuk mengubahnya menjadi beregu campuran.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Sungai Tabuk Menuai Kritikan, Warganet Soroti Anggaran Fantastis

"Kami juga sedang membahas apakah format beregu akan tetap seperti Porprov sebelumnya atau diganti dengan beregu campuran," tambahnya.

PBSI Kalsel mendorong setiap kabupaten/kota untuk menyelenggarakan kejuaraan berjenjang sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetisi dan pembinaan atlet di daerah. "Setiap kabupaten/kota wajib menggelar kejuaraan daerah sebagai syarat mengikuti Kejurprov. Ini menjadi langkah awal sebelum ambil bagian di Porprov 2025 di Tanah Laut," jelas Edy.

Baca Juga: Sekda HSU Pimpin Rapat Persiapan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Ia juga menegaskan bahwa Porprov harus dibedakan dari seleksi untuk Pekan Olahraga Nasional (PON), yang memiliki batas usia maksimal 21 tahun.

"Porprov memiliki jeda waktu cukup jauh dari PON, sehingga perlu ada aturan pembatasan usia yang lebih jelas," tegasnya.

Sekretaris KONI Kalsel, Enly Hadiyanoor, berharap musyawarah ini dapat menghasilkan program strategis untuk pengembangan bulutangkis di Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Penjaga Sekolah SDN Munjung Ditangkap Polisi Usai Curi Perlengkapan Sekolah

"Porprov XII akan digelar pada September hingga Oktober 2025 dengan mempertandingkan 55 cabang olahraga, termasuk bulutangkis. Kami berharap musyawarah ini menghasilkan program yang bisa membawa atlet Kalsel kembali lolos ke PON berikutnya," ujar Enly saat ditemui Radar Banjarmasin.

Dengan adanya musyawarah ini, PBSI Kalsel berharap dapat menyusun kebijakan yang lebih baik demi perkembangan bulutangkis di Kalimantan Selatan serta mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk ajang Porprov XII di Tanah Laut 2025.

Editor : M. Ramli Arisno
#bulutangkis #musyawarah #Kalsel #porprov #pbsi