Sejak awal laga, Barito Putera terpaksa bermain bertahan untuk menahan serangan bertubi-tubi dari Arema. Kiper Barito, Satria Tama dibuat ketar-ketir selama 25 menit awal laga.
Dalam tempo tersebut, Bayu Setiawan, William Moreira, Salim Akbar, dan Dedik Setiawan bergantian menguji pertahanan Barito. Sementara Laskar Antasari baru bisa mengancam pada menit ke-27 lewat aksi Eksel Timothy yang belum membuahkan hasil.
Gol yang tinggal menunggu waktu buat Singo Edan akhirnya tercipta pada menit ke-34. William Moreira sukses menjalankan tugasnya lewat titik putih untuk membawa Arema unggul 0-1 setelah Barito dihukum akibat pemainnya handball.
Setelah gol tersebut Barito mulai tampil menyerang. Tapi usaha dari Lucas Gama hingga Tegar Infantrie belum bisa menggetarkan gawang Arema sampai berakhirnya babak pertama.
Barito melanjutkan permainan agresifnya sejak dimulainya babak kedua. Namun anak-anak asuh Rahmad Darmawan terus menemui jalan buntu.
Justru Arema yang berhasil menggandakan keunggulan menjadi 0-2 pada menit ke-65. Salim Akbar meliuk-liuk setelah mendapatkan umpan terobosan dari Dedik Setiawan dan melepaskan sepakan terukur yang menggetarkan gawang Barito.
Barito menipiskan ketertinggalannya menjadi 1-2 saat laga masuk injury time. Muhamad Firli menyocor bola dalam situasi set-piece hasil sepakan tendangan bebas Rizky Pora yang menciptakan situasi kemelut di kotak penalti.
Namun pada akhir injury time, Arema menggandakan keunggulannya menjadi 1-3. Hamzah Titofani menyambar bola muntah setelah Satria Tama kurang sempurna dalam melakukan tepisan.
Skor 1-3 untuk kemenangan Arema pun bertahan sampai laga selesai. Arema naik dua tangga ke peringkat ke-7 dengan raihan 15 poin. Sementara Barito tetap di peringkat ke-13 dengan 9 angka, hanya berada tiga tingkat dari zona degradasi.
Usai laga, Pelatih Barito Putera, Rahmad Darmawan mengungkapkan bahwa anak asuhnya bermain dengan ragu khususnya di babak Sementar
"Mereka seperti takut melakukan kesalahan, hasilnya permainan tidak keluar dengan baik, lawan pun mampu menguasai jalannya pertandingan di babak pertama," ungkap pelatih yang akrab disapa RD itu.
Di babak kedua RD meminta anak asuhnya untuk bermain lebih enjoy. "Namun, barisan lini pertahanan Arema lebih tenang, ditambah mereka mampu menguasai lini tengah dan efektif di lini depan sehingga kami harus kebobolan lagi di menit akhir," pungkasnya. (bir/yn/ris)
Editor : Sutrisno