Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kontroversi 90+6 = 99 di Laga Timnas Indonesia, Begini Pembelaan Diri Bahrain

Muhammad Syarafuddin • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 17:41 WIB
Photo
Photo

RIFFA — Sepak bola internasional sedang ramai membahas kejadian kontroversial yang melibatkan wasit Ahmed Al Kaf dalam pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Bahrain.

Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang digelar pada Kamis, 10 Oktober 2024 di Stadion Nasional Bahrain itu menyisakan cerita yang penuh kontroversi hingga istilah "90+6=99" mendunia.

Dalam laga tersebut, Indonesia sempat berada di ambang kemenangan setelah unggul 2-1 hingga waktu normal berakhir. Gol Rafael Struick di menit ke-74 membawa skuad Garuda unggul, setelah sebelumnya Ragnar Oratmangoen menyamakan kedudukan di pengujung babak pertama. Meski berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan, Indonesia menunjukkan semangat juang tinggi.

Namun, kontroversi terjadi di pengujung laga. Ofisial pertandingan memberikan tambahan waktu enam menit, yang membuat pertandingan berlanjut hingga menit ke-96.

Saat tambahan waktu tersebut habis, para pemain Indonesia sudah bersiap menunggu peluit akhir dibunyikan. Sayangnya, Al Kaf membiarkan permainan terus berjalan.

Bahrain memanfaatkan momen ini dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-99 lewat Mohamed Marhoon. Keputusan wasit ini langsung memicu protes keras dari pihak Timnas Indonesia, terutama dari manajer Sumardji yang akhirnya harus menerima kartu merah karena dianggap melakukan protes berlebihan.

Tak hanya dari tim, suporter Indonesia juga meradang atas keputusan wasit yang dinilai merugikan. Di media sosial, netizen ramai membahas tindakan Al-Kaf, dan istilah 90+6=99 mulai muncul sebagai sindiran tajam terhadap keputusan wasit.

Istilah ini merujuk pada tambahan waktu yang seharusnya hanya enam menit, namun pertandingan baru berakhir pada menit ke-99.

Tak butuh waktu lama, istilah "90+6=99" menjadi viral di dunia maya. Akun fanbase sepak bola internasional, @433, yang memiliki jutaan pengikut, turut menyoroti insiden ini.

Mereka memposting gambar dengan angka 90 (nomor punggung Lukaku) dan 6 (nomor punggung Xavi), yang jika dijumlahkan menghasilkan angka 99. Gambar ini diiringi dengan caption "Quick maths" sebagai sindiran tajam terhadap perhitungan waktu yang dilakukan wasit Ahmed Al Kaf.

Unggahan tersebut langsung mendapat ribuan komentar dari netizen yang mengekspresikan kekecewaannya. Bahkan, pemain keturunan Indonesia, Justin Hubner, turut mengomentari unggahan tersebut dengan emoticon lelah, sebagai bentuk ketidaksetujuannya terhadap keputusan wasit.

Komentar-komentar di media sosial pun semakin ramai. Banyak netizen yang memberikan sindiran tajam kepada wasit Ahmed Al Kaf dan menyebut insiden tersebut merupakan contoh buruk dari kinerja wasit dalam sebuah pertandingan internasional. (jpg/fud)

Pembelaan Diri Pelatih Bahrain

RIFFA - Pelatih Bahrain, Dragan Talajic, mensyukuri hasil yang didapat timnya saat melawan Timnas Indonesia. Juru taktik asal Kroasia itu menilai Dilmun Warriors, julukan Bahrain, sudah tampil bagus meski bermain imbang 2-2, Kamis (10/10) malam.

Bahrain sebenarnya nyaris dibuat malu di kandang sendiri untuk kedua kalinya. Setelah oleh Jepang bulan lalu, Dilmun Warriors tadi malam hampir mengalami serupa ketika melawan Timnas Indonesia.

Pasalnya, Bahrain sudah tertinggal 1-2 dari Timnas Indonesia hingga pertandingan berjalan 90 menit. Namun, mereka pada akhirnya berhasil menyamakan kedudukan saat injury time, tepatnya pada menit ke-90+9 berkat gol Mohamed Marhoon.

Gol itu terbilang kontroversial karena tambahan waktu yang diberikan perangkat pertandingan sebenarnya cuma enam menit. Selain itu, selama enam menit tersebut tak ada kejadian yang signifikan mengulur waktu sehingga tiga menit tambahan yang diberikan wasit menuai kontroversi.

Terlepas dari adanya gol kontroversual tersebut, Dragan Talajic selaku pelatih Bahrain, tampak puas. Menurutnya, anak asuhnya sudah bermain dan menunjukkan perjuangan tidak kenal lelah untuk terhindar dari kekalahan memalukan dari Timans Indonesia di Stadion Nasional Bahrain, Riffa.

"Kami tampil baik, terutama dengan semangat juang yang tinggi dan tekad untuk meraih hasil imbang setelah tertinggal skor," kata Talajic sebagaimana dipetik dari dikutip dari Akhbar Alkhaleej.

Dragan Talajic pun tak ragu memuji penampilan para penggawa Dilmun Warriors, terutama kepada Mohamed Marhoon yang sukses mencetak brace alias dua gol ke gawang Timnas Indonesia.

"Saya memuji penampilan para pemain secara umum dan bek Walid Al-Hayam serta pemain Mohammed Marhoon secara khusus," jelas Talajic.

Lebih lanjut, pelatih Bahrain itu turut menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh pendukung dan suporter yang hadir. Talajic berjanji Bahrain akan lebih baik ke depannya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para penggemar atas dukungannya dan kami berjanji akan memberikan level terbaik di pertandingan-pertandingan mendatang," pungkas Talajic. (jpg/fud)

Editor : Arief
#timnas