Keduanya menyabet medali emas setelah menaklukkan lawannya di babak final Double 8 Ball, yakni Fahmi-Deni asal Jawa Barat (Jabar) dengan skor 4-6.
Duet Dayat-Jendi melaju ke partai final setelah menang dramatis atas Rome-M Fadly dengan skor 6-4 di babak semifinal.
Tampil di partai final yang dilaksanakan Selasa (10/9/2024) sore di Pardede Hall Medan, Dayat-Jendi mengawali pertandingan dengan apik.
Duet Dayat-Jendi unggul lebih dulu dengan skor 0-3, meski lawan sempat memperkecil ketertinggalannya menjadi 4-5.
Dayat-Jendi pun menyudahi pertandingan dengan skor 4-6, memastikan diri sebagai juara di nomor Double 8 Ball.
Dayat-Jendi langsung sujud syukur ke lantai, setelah memastikan diri keluar sebagai juara.
"Alhamdulillah Dayat-Jendi berhasil menyumbangkan medali emas ketiga untuk Kalsel," kata Ketua Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kalsel, Mustohir Arifin.
Mustohir mengatakan prestasi yang ditorehkan oleh Dayat-Jendi menjadi bukti bahwa atlet cabor biliar di Banua bisa bersaing di tingkat nasional.
Mustohir atau yang akrab disapa Haji Imus berharap para atlet berprestasi mendapat perhatian serius dari Pemprov Kalsel.
"Sebenarnya dari segi persiapan sangat terbatas, tapi dengan keterbatasannya Dayat-Jendi bisa membuktikan diri. Bahkan uang saku sebagai atlet pun belum mereka terima. Semoga ke depan bisa lebih diperhatikan," jelasnya.
Sementara itu Dayat mengaku sangat senang bisa menyumbangkan medali emas untuk Kalsel.
"Sejak 2008 selalu kalah di babak final PON. Alhamdulillah PON kali ini bisa meraih medali emas," katanya.
Dayat menerangkan persiapannya terkesan seadanya. Bahkan hanya melakukan latihan mandiri saja.
"Jadi kami TC mandiri saja. Dan saya ngomong ke Jendi bahwa kita profesional saja. Jangan jadi atlet cengeng," pungkasnya.
Editor : Muhammad Syarafuddin