BANTUL – PS Barito Putera tak berdaya saat menghadapi Bhayangkara Presisi Indonesia FC. Laskar Antasari keok dengan skor telak 1-5 di kandang, Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Kamis (25/4) sore.
Dalam lanjutan Liga 1 2023/2024 pekan ke-33 tersebut, tim tamu mampu bermain lepas meski sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
Matias Mier membawa Bhayangkara memimpin di menit ke-26. Kemudian, David Maulana menggandakan skor pada menit ke-36. Kedudukan 2-0 bertahan hingga jeda.
Di awal babak kedua, Bhayangkara Presisi Indonesia FC langsung menjauhkan keunggulannya atas Barito Putera. Maties Mier mencetak gol keduanya tiga menit selepas turun minum. Skor menjadi 3-0.
Barito Putera cukup kesulitan melawan agresifnya Bhayangkara. Meski begitu, satu gol bisa mereka curi di menit ke-57 lewat aksi Eksel Runtukahu. Skor jadi 1-3, Barito masih tertinggal.
Bhayangkara kemudian bisa menambah dua gol lagi. David Maulana mendapat brace semenit setelah Barito Putera mencetak gol, kemudian Mier mendapat hat-trick pada menit ke-70. Skor menjadi 5-1.
Kemenangan membuat Bhayangkara FC mengemas 26 poin dari 33 laga. Sementara Barito Putera tertahan di peringkat 9 dengan 43 poin.
Hasil ini lantas membuat kecewa pendukung Laskar Antasari di Banua, Barito Mania. “Secara hasil jelas sangat mengecewakan, padahal main tanpa pressure. Lini belakang terlalu mudah ditembus. Catatan penting untuk perbaikan musim depan,” ulas Ketum Bartman, Dedy Sattardy.
Pelatih kepala Barito Putera, Rahmad Darmawan (RD) memohon maaf kepada para supporter atas hasil yang kurang menggemberikan itu. “Ini murni tanggung jawab saya, kesalahan saya dalam memilih pemain, terlihat level fitnes keruh sekali,” ungkap RD.
RD juga mengatakan bahwa ia sudah mencoba mencari jalan keluar di laga itu. “Dengan mengubah gaya main dan menambah pemain di lini tengah. Namun, masalah recovery menjadi masalah karena laga yang cukup mepet,” jelasnya.
Oleh karena itu, untuk evaluasi mendatang, RD menuturkan, manajemen recovery dan kondisi pemain akan menjadi hal yang sangat ia perhatikan. “Evaluasinya adalah mengatur recovery pemain, dengan harapan laga terakhir tidak menjadi beban bagi pemain, semoga bisa menutup kompetisi tahun ini dengan baik,” harapnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief