BANJARMASIN - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Sahbirin Noor atau Paman Birin terus mendorong berbagai upaya pengembangan dan pelestarian budaya lokal. Salah satunya, melalui festival balap jukung tradisional piala Paman Birin, Minggu (21/1) di Desa Pemurus, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar.
Untuk mendukung peserta dan masyarakat setempat, Paman Birin pun meluangkan waktunya untuk hadir, kendati harus menaiki perahu dan sepeda motor untuk bisa mencapai lokasi.
Perhatian Paman Birin terhadap budaya lokal ini dapat dilihat dari jumlah event atau lomba jukung tradisional yang digelar setiap tahun di beberapa lokasi.
“Keberadaan jukung sebagai alat transportasi tradisional makin ditinggalkan, seiring pesatnya pertumbuhan alat transportasi darat. Padahal jukung merupakan ciri khas Kalsel sebagai daerah yang memiliki banyak sungai dan perlu dilestarikan,” sebut Paman Birin.
Selain itu, lomba semacam ini bisa membangkitkan kembali gairah berolahraga. “Juga mengangkat sektor pariwisata sungai,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Budiono mengatakan, lomba jukung tradisional kali ini mendapat perhatian yang besar oleh masyarakat. “Ini menjadi bukti bahwa masyarakat Kalsel mencintai olahraga ini dan merasa terhibur menyaksikan lomba yang digelar dengan diikuti 64 peserta, setiap tim enam orang,” sebutnya.
Salah satu warga, Faisal (35) yang juga ikut menyaksikan keramaian festival juga menilai pelestarian balap jukung sangat bagus, agar masyarakat Kalsel terutama kawula muda bisa mengenal lagi budaya di tanah sendiri.
“Saya dengar di beberapa tempat juga sudah diadakan lomba jukung ini, tentu bagi kami ini menjadi hiburan terutama di kala akhir pekan,” pungkasnya.
Adapun para pemenang festival balap jukung tradisional Piala Paman Birin yakni tim Kali Sukma (Podak), Pengeran Kancil (Pekambat), Diwi Akor (Aluh-Aluh Kecil Muara), Jaini Iskandar (Pemurus), Mebel (Terapu), IMP (Simpang), Lonceng Kuning (Aluh-Aluh Besar), dan Buaya Putih (Podak).
Editor: Sutrisno
Editor : Arief