Akhirnya, Muhammad Nouval Renaldi dari Banjarmasin dinobatkan sebagai King of Mountain (Raja Tanjakan) Loksado. Ia juara kelas Men Elit dengan catatan waktu 44 menit 14 detik. Dengan gelar King ini, Nouval berhak mengenakan jersey khusus Polkadot sebagai tanda Raja Tanjakan.
Nouval unggul atas Muhammad Adetya Dharma. Seliner asal tim BMRCC Kabupaten Banjar itu masuk finis dengan catatan waktu 44 menit 31 detik di tanjakan terakhir yang diberi nama Anjung Tabalik di kawasan Hulu Banyu, Kecamatan Loksado.
Di kategori Women Open, Nurul Azizah dinobatkan sebagai Queen of Mountain (QOM). Seliner asal Kabupaten Banjar itu di tanjakan Loksado masuk finis pertama dengan catatan waktu 1 jam 10 menit. Cyclist asal tim BMRCC tersebut unggul atas Siti Maisyarah (BMRCC) yang masuk finis dengan catatan waktu 1 jam 25 menit.
Di kategori Men Master A, Abdul Hadi dari 42+Wallout Banjarmasin dinobatkan sebagai raja tanjakan Loksado setelah masuk finis dengan catatan waktu 52.34.06. Di peringkat dua Fani Wijaya dari Amuntai, HSU hanya kalah tipis dengan catatan waktu 52.34.62. Peringkat tiga diraih Gunadi dengan catatan waktu 57.02.03.
Kategori Men Master B, keluar sebagai juara M Riza Fakhroni dari BMRCC Martapura dengan catatan waktu 48.55.37. Di podium dua, Eko Saputera dari Seliko Kotabaru dengan catatan waktu 50.45.73. Peringkat tiga Roni Fauzie dari 42+ Wallout dengan catatan waktu 52.35.86.
Sedangkan di kategori Master C juara pertama atau King of Loksado diraih Novriadi dari Roton Banjarmasin dengan catatan waktu 55.26.96. Podium dua ditempati Yogo Priambodo dari 42+Wallout dengan catatan waktu 1.00.25.57. Peringkat tiga diraih Kus Hendra Gunawan dari 42+Wallout Banjarmasin.
Loksado KOM Challenge 2023 dipersembahkan Harian Radar Banjarmasin, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, serta Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Digelar dalam rangka rangkaian HUT Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Pj Bupati Hulu Sungai Selatan dan juga Kadis Kepemudaan dan Olahraga Kalsel, Hermansyah sangat mengapresiasi event Loksado KOM Challenge 2023. Event ini membantu promosi daerah, khususnya Loksado. Bahkan menjadi support di bidang olahraga dengan terlaksananya event-event berkelas di Hulu Sungai Selatan. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan juga Dispora Kalimantan Selatan, saya mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi peserta seli Loksado KOM ini. Event ini tahun depan kita gelar lagi. Akan kami support dan hadiahnya akan kita tambah," janji Hermansyah.
Peserta Loksado KOM bersepeda sejauh kurang lebih 36,6 km. Start dari Taman Palidangan Kandangan menuju Desa Hulu Banyu. Loksado KOM 2023 melalui rute berbeda dibanding event-event sepeda sebelumnya menuju Loksado. Jadi jauh lebih menantang, terutama tanjakan dan turunannya. Seliners disajikan tanjakan dan turunan yang lumayan panjang (rolling).
Puncaknya menjelang titik finis, peserta akan diuji kekuatannya uphill ke tanjakan Anjung Tabalik, Desa Hulu Bayu Loksado. "Loksado KOM Challenge ini merupakan event khusus bagi sepeda lipat yang dikemas dalam sebuah kompetisi. Tentunya ini adalah tantangan bagi yang memakai sepeda lipat untuk menaklukkan tanjakan yang dilalui peserta saat menuju tanjakan Anjung Tabalik Loksado," ungkap Founder Loksado KOM Challenge, Muhammad Afifuddin yang juga Manager Radar Banjarmasin Organizer sebagai penyelenggara event tersebut.
Peserta Kompetisi King of Mountain (KOM) dibagi beberapa klasifikasi umur. Juga ada kategori women atau QOM (Queen of Mountain). Sedangkan yang tidak ikut kompetisi (KOM) bisa ikut kategori fun.
Semua peserta berkesempatan mendapatkan doorprize menarik. Sedangkan hadiah khusus juara KOM dan QOM mendapat jersey polkadot, medali khusus (winner), dan hadiah uang tunai.
Selain Loksado KOM Challenge, juga digelar Fun Bike dalam rangkaian HUT ke-73 Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Bedanya, Fun Bike diikuti semua jenis sepeda. Bahkan, hanya menempuh rute di dalam Kota Kandangan sejauh 8 km.
Loksado KOM Challenge 2023 dikemas oleh Radar Cycling, Folding Bike South Kalimantan, dan Radar Banjarmasin Organizer. Didukung penuh Bank Kalsel, PT PLN UID Kalselteng, PT Antang Gunung Meratus, PT Astra Agro Lestari, PT Arutmin Indonesia, serta support dari Bersepeda Kalsel, Combat Kandangan, Kasmara Organizer, dan Seli Banjarmasin.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief