BANJARMASIN - Tren tanpa kemenangan yang dialami Barito Putera dalam enam laga terakhir tak hanya menjadi sorotan internal tim, tetapi juga memantik reaksi dari kelompok suporter. Dirigen Barito Mania, Aldino Yoga, menyebut hasil tersebut di luar dugaan banyak pihak.
Menurutnya, empat hasil imbang dan dua kekalahan di fase krusial putaran ketiga menjadi penanda menurunnya performa tim. Ia menilai momentum putaran penentu justru tidak mampu dimaksimalkan Laskar Antasari.
“Enam laga terakhir ini membuat kita semua terkejut. Empat kali imbang dan dua kali kalah. Penurunan performa itu terasa bertepatan dengan putaran ketiga, saat semua tim habis-habisan. Tim kita malah seperti kehabisan bensin, kehabisan amunisi, kehabisan strategi, bahkan kehabisan kesabaran,” ujar Aldino dengan nada satire, Jumat (27/2/2026).
Ia juga menyinggung minimnya opsi setelah jendela transfer ditutup, sehingga tim harus memaksimalkan komposisi pemain yang ada.
“Jendela transfer sudah tutup, mau berharap datangkan pemain siapa lagi? Kami sebagai suporter tetap mendukung maksimal. Kami berdiri terus, walau mungkin banyak air mata menetes di laga terakhir. Hasil kemarin membuat kita sadar, mungkin kita memang belum layak. Bukan pesimis, tapi itu kenyataannya,” ucapnya.
Aldino turut menyoroti pola permainan yang dinilai monoton. Salah satu yang disinggung adalah kebiasaan mendorong bek tengah Renan Alves ke lini depan saat tim mengalami kebuntuan.
“Taktiknya seperti template. Kalau buntu, Renan didorong ke depan jadi penyerang. Selalu begitu. Kenapa tidak dari awal saja ditaruh di depan sekalian?” katanya.
Terkait evaluasi, Aldino menegaskan banyak masukan sudah disampaikan Barito Mania, mulai dari mengurangi long pass yang tidak efisien hingga bermain lebih tenang dan tidak terburu-buru.
“Banyak yang sudah kami sampaikan. Kurangi long pass yang tidak efektif, jangan terburu-buru. Harus sadar diri, baik staf pelatih maupun pemain. Kami sebagai suporter juga sadar diri, menurunkan ekspektasi melihat komposisi dan gaya main sekarang. Sekali lagi, ini bukan pesimis, tapi realistis,” tegasnya.
Meski demikian, ia memastikan dukungan tak akan surut, terutama saat laga kandang. Baginya, cinta terhadap Barito Putera menjadi alasan utama Barito Mania tetap setia berdiri dan bernyanyi.
“Jangan khawatir, suporter tetap mendukung maksimal, khususnya di kandang. Cinta ini yang membuat kami terus berdiri dan bernyanyi, tanpa harus tahu kapan kebahagiaan itu datang. Kami tetap setia, menunggu dan membersamai,” pungkas Aldino.
Editor : Arif Subekti