BANJARMASIN - Kualitas atlet Waja Sampai Kaputing Komite Olahraga Nasional Indonesia (Wasaka KONI) Kalsel akan kembali diuji.
Kali ini, para petinju Wasaka KONI Kalsel harus membuktikan prestasinya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Senior 2018 di Lampung, 5-11 Desember ini.
Empat petinju Wasaka KONI Kalsel, yakni Prasetyo (52 kilogram), Silva Lauratu (57 kilogram), Adistya Auliana (54 kilogram), dan Beatrix Sugoro (48 kilogram) wajib meraih medali di Kejurnas tersebut.
Kalau mereka gagal membawa pulang medali, ada kemungkinan akan tersisih dari program Wasaka KONI Kalsel. "Bisa dibilang, Kejurnas ini jadi pertaruhan harga diri para petinju Wasaka KONI Kalsel.
Hasil Kejurnas ini menentukan nasib mereka apakah nanti bakal bertahan atau tersingkir dari program Wasaka," ungkap Simone Tambelap, pelatih tinju Wasaka KONI Kalsel.
Ditambahkan Simone, hasil yang pernah dicapai dalam Kejurnas serupa tahun lalu di Bangka Belitung juga kurang menggembirakan. "Hanya Silva Lauratu yang sukses meraih medali perunggu. Sementara, yang lain absen karena ada kesibukan aktivitas masing-masing," tambahnya.
Namun demikian, Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pengprov Pertina) Kalsel tak mau hanya mengandalkan petinju Wasaka KONI Kalsel di Kejurnas tersebut.
"Oleh karena itu, kami memberangkatkan lima petinju non Wasaka yang dinilai potensial meraih medali. Yakni, Michael Sanjaya (49 kilogram), Mathias Simatupang (69 kilogram), Inggrid Sunita (51 kilogram), Johan Wahyudi (46 kilogram), serta Nur Khotimah (45 kilogram).
Kejurnas tersebut juga untuk menambah jam terbang petinju non Wasaka supaya semakin berpengalaman di level Kejurnas," sebut Sekretaris Umum Pengprov Pertina Kalsel, Hermanto Ginting.
Di sisi lain, Silva Lauratu mengaku optimistis bisa meraih medali di Kejurnas tersebut. "Persiapan saya sudah cukup matang. Tinggal menstabilkan mental dan psikologis supaya bisa bertanding dengan tenang dan fokus," tandasnya.(oza)
Editor : Arief