BANJARMASIN – Selain jurus, para pesilat juga mempelajari teknik pernafasan. Tujuannya, untuk melatih kebugaran dan stamina para pesilat.
Dengan teknik pernafasan yang baik, maka akan memberikan pengaruh besar terhadap seorang pesilat dalam bertanding atau melakukan atraksi. Salah satu contohnya adalah atraksi memecahkan tumpukan balok es.
“Bagi seorang pesilat yang telah menguasai teknik pernapasan ini, tentu itu bukan perkara yang sulit. Bukan dua atau tiga tumpukan balok es, bahkan sampai lima dan enam tumpukan dapat dengan mudah mereka pecahkan,” ungkap Khoirul Rozy, pesilat Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) ULM Banjarmasin.
"Latihannya juga tidak mudah, harus melalui beberapa tahapan. Seperti melatih otot-otot tangan dengan teknik yang tidak biasa. Kalau ingin tahu lebih dalam harus ikut latihan," katanya.
Ditambahkan Rozy, latihan pernapasan juga perlu ketekunan. Sebab melatih teknik pernapasan harus memperhatikan beberapa hal.
"Antara lain, harus bisa menahan emosi, melatih kesabaran, harus melawan rasa malas. Sebab dalam latihan teknik pernapasan memang perlu ketekunan," sambungnya.
Disebutkan Rozy, ada beberapa teknik pernapasan yang diajarkan oleh PSHT. Yakni, teknik pernapasan tiga ruang dan pernapasan lima ruang.
“Ini merupakan teknik pernapasan dasar yang dimiliki oleh pesilat PSHT. Kalau rajin latihan, pasti bisa cepat menguasai,” sebutnya.
Senada, Wahid, pesilat PSHT lainnya bahkan berpengalaman mematahkan lempengan besi kala mengikuti latihan teknik pernapasan. "Sayang tidak semua besi berhasil saya patahkan. Mungkin latihan pernafasan saya belum maksimal,” tandasnya. (mr-151)
Editor : Arief