Latsarmil Komcad ASN Telan Korban Jiwa, Kemhan Bakal Lakukan Evaluasi

admin • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 16:09 WIB
BERI KETERANGAN: Kepala Bacadnas Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema saat membuka latsarmil ASN Komcad gelombang kedua di Jakarta, Senin (24/8). (Foto: Sahrul Yunizar/Jawa Pos)
BERI KETERANGAN: Kepala Bacadnas Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema saat membuka latsarmil ASN Komcad gelombang kedua di Jakarta, Senin (24/8). (Foto: Sahrul Yunizar/Jawa Pos)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, JAKARTA - Peristiwa meninggalnya Vanreko Varkas Bagaskara, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), dalam Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komcad ASN menjadi atensi Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Kepala Bacadnas Letjen TNI Gabriel Lema menyatakan bahwa evaluasi akan dilakukan untuk memastikan hal serupa tidak terulang. Dia pun menekankan bahwa pelaksanaan seleksi sudah sesuai dengan aturan, ketentuan, dan prosedur ketat dari panitia.

”Kesehatan (seleksinya) sesuai prosedur, sesuai prosedur semua ada. Semuanya sudah. Tapi, itu bagian dari nanti kami evaluasi, untuk melihat mana-mana yang perlu dimantapkan, diperbaiki,” katanya, Selasa (29/9).

Perwira tinggi (pati) bintang tiga TNI AD itu menyatakan bahwa, evaluasi dilakukan secara keseluruhan. Gabriel memastikan, evaluasi itu akan berlangsung secara menyeluruh pada setiap tahapan seleksi yang harus dilalui oleh para peserta latsarmil. “Semuanya, semua mekanisme, semua kan lewat seleksi dan tahapan-tahapan yang ada,” ujarnya.

Sebelum mengikuti latsarmil, para ASN sudah menjalani seleksi kompetensi pada 3-21 Agustus lalu. Mulai pemeriksaan kesehatan, pengambilan data jasmani, pengambilan data psikologi, sampai pengambilan data mental ideologi. Usai melalui serangkaian tes, mereka kemudian menjalani pelatihan.

Sebelumnya, Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman menyampaikan bahwa Vanreko sudah mendapatkan penanganan darurat sesaat setelah didiagnosa mengalami serangan penat panas atau heat stroke saat mengikuti rangkaian kegiatan di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (25/9).

”Almarhum telah mendapatkan upaya pertolongan medis secara maksimal, terpadu, dan responsif, sejak timbulnya gejala awal di lapangan hingga penanganan rujukan intensif di ruang ICU,” katanya, Senin (28/9).

Berdasar keterangan Iman, peristiwa bermula pada Jumat pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, Vanreko menyelesaikan sesi pertama penutupan Latsarmil. Namun, ketika hendak memasuki sesi latihan kedua, yang bersangkutan mengeluhkan pandangan gelap serta pusing, hingga akhirnya kehilangan kesadaran.

Tim Kesehatan Pusdikkes yang bersiaga di lokasi latihan di bawah pimpinan dr. Iriane Dewi segera melakukan tindakan pertolongan pertama di tempat kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, menunjukkan kondisi hipotensi serta kenaikan suhu tubuh, yang mengindikasikan serangan heat stroke akibat respons fisik terhadap paparan cuaca dan kelelahan.

”Petugas lapangan langsung memberikan penanganan darurat berupa pendinginan atau kompres dingin, resusitasi cairan infus serta terapi oksigenasi sebelum merujuk almarhum ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma,” jelasnya. (jp/az/mof)

Editor : Arief M
Latsarmil Komcad tni