Purbaya Dicopot dari Menkeu, 8 Hal ini Jadi Sorotan

Tia Lalita Novitri • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB
DICOPOT: Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026). (Foto: TikTok/Purbaya)
DICOPOT: Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026). (Foto: TikTok/Purbaya)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM – Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan, Senin (14/9/2026). Posisinya kemudian digantikan Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.

Pergantian tersebut dilakukan melalui reshuffle kabinet di Istana Negara. Purbaya sebelumnya menjabat Menteri Keuangan sejak September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Hingga kini, Presiden Prabowo maupun Istana belum menyampaikan alasan spesifik terkait pergantian tersebut. Karena itu, sejumlah kebijakan dan persoalan yang muncul selama Purbaya menjabat hanya dapat ditempatkan sebagai fakta yang menjadi sorotan dan bahan analisis, bukan disebut sebagai penyebab pencopotan.

Berikut delapan hal yang menjadi sorotan:

1. Arah Kebijakan Fiskal Purbaya

Purbaya dikenal membawa pendekatan fiskal yang lebih berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Sejumlah kebijakannya diarahkan untuk mendorong likuiditas dan aktivitas ekonomi.

Sejumlah analis melihat pendekatan tersebut sebagai kebijakan yang lebih agresif dibandingkan pendekatan fiskal yang lebih konservatif. Pergantian dengan Suahasil kemudian dinilai dapat menjadi sinyal pemerintah ingin memperkuat aspek kehati-hatian dan kredibilitas fiskal.

2. Penempatan Dana Pemerintah Rp200 Triliun di Perbankan

Purbaya pernah mengambil kebijakan menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun pada bank-bank BUMN. Tujuannya untuk meningkatkan likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif.

Kebijakan tersebut menjadi perhatian karena pemerintah menggunakan instrumen fiskal untuk mendorong aktivitas ekonomi melalui sektor perbankan. Pendekatan seperti ini juga menimbulkan pembahasan mengenai batas hubungan antara kebijakan fiskal dan moneter.

3. Polemik Dana Rp120 Triliun dari Danantara

Purbaya sebelumnya menyoroti kebutuhan setoran dana sekitar Rp120 triliun dari Danantara sebagai bagian dari penguatan ruang fiskal pemerintah. Persoalan tersebut kemudian menjadi salah satu isu ekonomi yang mendapat perhatian publik.


Polemik tersebut kemudian dikaitkan sejumlah pihak dengan hubungan antara Kementerian Keuangan dan Danantara. Namun, mengaitkannya langsung sebagai alasan pencopotan masih merupakan dugaan.

4. Gaya Komunikasi Purbaya

Selama menjabat Menteri Keuangan, Purbaya dikenal memiliki gaya komunikasi yang lugas, terbuka, dan blak-blakan. Ia cukup sering menyampaikan pandangan terkait kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah secara langsung kepada publik.

Gaya tersebut membuat Purbaya mudah mendapat perhatian publik, tetapi pernyataan Menteri Keuangan juga dapat dibaca pasar sebagai sinyal kebijakan. Karena itu, gaya komunikasinya turut menjadi sorotan dalam dinamika pergantian tersebut, meski belum ada keterangan resmi bahwa hal itu menjadi alasan pencopotannya.

5. Kekhawatiran Terhadap Kredibilitas APBN

Setelah menggantikan Purbaya, Suahasil Nazara menekankan pentingnya menjaga kredibilitas APBN. Ia juga memastikan defisit anggaran tetap dijaga di bawah batas 3 persen dari produk domestik bruto.

Penekanan tersebut dinilai menunjukkan bahwa disiplin fiskal menjadi salah satu fokus pemerintahan setelah pergantian Menteri Keuangan. Sejumlah analis juga melihat penunjukan Suahasil sebagai upaya memberikan kepastian lebih besar terhadap arah kebijakan fiskal.

6. Perbedaan Pandangan Mengenai Kebijakan Ekonomi

Selama menjabat, Purbaya cukup aktif menyampaikan pandangannya mengenai berbagai kebijakan ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi, likuiditas perbankan dan kebijakan fiskal.

Gaya kebijakan dan komunikasi Purbaya yang cukup terbuka dinilai berbeda dengan pendekatan teknokratis Suahasil. Karena itu, pergantian tersebut dapat dibaca sebagai kemungkinan penyesuaian arah kebijakan.

7. Kepercayaan Investor Menjadi Perhatian

Pergantian Menteri Keuangan terjadi di tengah perhatian terhadap kondisi pasar dan kepastian arah kebijakan ekonomi Indonesia. Sejumlah laporan juga menyoroti kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian kebijakan fiskal.

Penunjukan Suahasil, yang memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan, dinilai dapat membantu memberikan kepastian dan stabilitas bagi pasar.

8. Suahasil Membawa Pesan Soal Disiplin Fiskal

Suahasil Nazara merupakan figur yang sudah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan. Setelah dilantik sebagai Menteri Keuangan, ia menegaskan pentingnya APBN yang kredibel dan menjaga defisit tetap di bawah 3 persen.

Penunjukan tersebut dapat dibaca sebagai upaya pemerintah memperkuat kesinambungan dan kepastian pengelolaan fiskal.

Editor : Tia Lalita Novitri
Suahasil Purbaya prabowo menteri keuangan dicopot