RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, JAKARTA - Paparan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah. BNPB menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya untuk membantu membersihkan partikel abu di tiga provinsi di udara maupun yang telah mengendap.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, abu vulkanik saat ini telah menyebar hingga ke sekitar permukiman. Sejumlah kabupaten/kota di empat provinsi terdampak langsung sebaran abu vulkanik itu, yakni di provinsi Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Barat.
"Dirasakan saat ini sudah banyak abu vulkanik di sekitar pemukiman kita. Hari ini juga kita melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Jadi pesawatnya sudah siap di Pondok Cabe. Hari ini akan dilaksanakan operasi modifikasi cuaca sampai malam," kata Suharyanto, Minggu (6/9).
Menurut Suharyanto, OMC akan dilakukan dengan dua pendekatan, salah satunya memanfaatkan pertumbuhan awan untuk menghasilkan hujan. Ia berharap, hujan dapat membantu meluruhkan abu vulkanik yang mengganggu aktivitas masyarakat.
"Kalau hujannya nanti turun dengan cukup deras begitu, tentu saja abu vulkanik yang sekarang dari mulai kemarin sampai hari ini mengganggu kehidupan kita ini bisa segera luruh," ujarnya.
Namun, pelaksanaan OMC tidak selalu dapat mengandalkan hujan karena kondisi cuaca dan pertumbuhan awan menjadi salah satu faktor penentu. Kondisi musim kemarau dapat membuat pertumbuhan awan hujan tidak optimal sehingga diperlukan metode lain untuk menangani paparan abu vulkanik.
"Untuk DKI Jakarta, Banten, dan Lampung, apabila tidak ada pertumbuhan awan hujan, ini kami dengan BMKG juga sepakat untuk menggunakan metode water mist, yaitu untuk mengurai partikel abu yang berbahaya," tutur Suharyanto.
Metode water mist tersebut menjadi alternatif ketika kondisi atmosfer tidak mendukung pembentukan hujan.
BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berharap metode tersebut dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kualitas udara.
Suharyanto berharap rangkaian operasi modifikasi cuaca yang dilakukan hingga malam hari dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi cuaca dan lingkungan di wilayah terdampak.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari respons pemerintah terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. "Mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan hari ini sampai nanti malam ini bisa membantu untuk mencapai atau mewujudkan kondisi daerah, kondisi cuaca yang lebih baik lagi," harapnya. (jp/az/mof)
Editor : Arief M